Jadi 'Surga' Kripto, Kenapa Iran Mendadak Larang Penambangan Bitcoin?
TEHERAN. iNews.id - Iran melarang penambangan mata uang kripto seperti Bitcoin selama empat bulan. Ini dilakukan lantaran penambangan Bitcoin membuat banyak kota di negara itu mengalami mati listrik mendadak.
Pressiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, larangan penambangan mata uang kripto di negaranya akan berlaku hingga september 2021 mendatang. Dia mengungkapkan, mayoritas penambangan di negaranya adalah ilegal.
"Sekitar 85 persen penambangan saat ini di Iran tidak memiliki izin," katanya, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (30/5/2021) .
Proses penambangan bitcoin atau mata uang kripto lainnya memerlukan listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Iran dikenal negara yang kaya akan sumber bahan bakar fosil.
Pencipta Ethereum Vitalik Buterin Gak Kaget Kripto Anjlok Parah, Kenapa?
Menjelang pemilihan presiden Iran pada bulan depan, pemadaman listrik mendapat kritik dari masyarakat negara itu. Pemerintah menyalahkan pemadaman listrik karena penambangan mata uang kripto, kekeringan, dan melonjaknya permintaan listrik selama musim panas.
Menurut firma analitik blockchain Elliptic, sekitar 4,5 persen semua penambangan Bitcoin terjadi di Iran. Ini memungkinkan negara itu menghasilkan ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) dari uang kripto yang bisa digunakan untuk mengurangi dampak sanksi AS.
China Bakal Tindak Keras Penambangan Bitcoin dan Aktivtas Perdagangan Kripto
Ekonomi Iran mengalami tekanan hebat sejak 2018, ketika mantan Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan kembali memberlakukan sanksi. Sementara Presiden AS Joe Bidan telah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk kembali menghidupkan kesepakatan tersebut.
Sementara itu, Iran dikenal sebagai salah satu 'surga' kripto. Iran telah melakukan penambangan kripto dalam beberapa tahun terakhir, menawarkan biaya listrik yang murah, dan mewajibkan penambang menjual Bitcoin mereka ke bank sentral. Negara ini mengizinkan mata uang kripto yang ditambang di Iran digunakan untuk membayar impor barang legal.
Elon Musk Dukung Uang Kripto daripada Fiat
Biaya listrik yang murah telah mearik para penambang, terutama dari China ke Iran. Menurut Elliptic, listrik yang mereka gunakan membutuhkan setara 10 juta barel minyak mentah setahun atau 4 persen dari total ekspor minyak Iran pada 2020.
Editor: Jujuk Ernawati