Jumlah Investor Pasar Modal RI Tembus 23,46 Juta, BEI Ungkap Pendorongnya
JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia mencatatkan rekor pertumbuhan jumlah investor yang sangat impresif. Hingga Maret 2026, total investor di Tanah Air telah menyentuh angka 23,46 juta, melonjak lebih dari enam kali lipat jika dibandingkan dengan data tahun 2020 yang hanya sebesar 3,8 juta investor.
Analisis Ekonomi dan Unit Kajian Bursa Efek Indonesia (BEI), Anita Kezia menuturkan, tren positif ini didukung oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat serta kemudahan akses melalui teknologi digital.
"Total investor pasar modal kita ini ada di angka 23,46 juta investor," ujar Anita dalam agenda Edukasi Wartawan IDX Market Update secara virtual, Kamis (12/3/2026).
Dari total puluhan juta investor itu, sekitar 9,2 juta di antaranya merupakan investor saham. BEI juga mencatat aktivitas transaksi yang cukup dinamis di sepanjang awal tahun ini.
BEI Pastikan Dana Pensiun dan Asuransi Aman Masuk Pasar Saham
"Nah bagaimana dengan active investor? So far sampai bulan Maret ini jumlah investor yang aktif bertransaksi secara tahunan itu mencapai 2 juta investor," katanya.
BEI Siapkan Strategi Pembenahan Pasar Modal Indonesia
Selain kuantitas, kualitas dominasi investor lokal juga semakin terlihat. Data per Januari 2026 menunjukkan bahwa investor ritel menyumbang 58,1 persen dari rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp34,9 triliun. Sisanya berasal dari institusi asing sebesar 30,9 persen dan institusi lokal sebanyak 11 persen.
"Tapi memang dari 34,9 triliun rata-rata nilai transaksi harian kita per Januari 2026, 58,1 persen itu disumbangkan oleh retail investor, 11 persen oleh lokal institusi, dan 30,9 persen itu oleh foreign institution," tuturnya.
Kehadiran basis investor domestik yang masif dinilai strategis bagi ketahanan nasional. Investor lokal kini berperan sebagai penyangga (shock absorber) yang menjaga struktur pasar tetap stabil saat terjadi tekanan eksternal atau aksi jual oleh investor asing.
BEI berkomitmen untuk terus memperluas program edukasi guna memperkuat fondasi pasar modal nasional ke depannya.
"Ke depan, Bursa Efek Indonesia terus mendorong peningkatan jumlah investor melalui berbagai program edukasi dan pengembangan pasar guna memperkuat struktur pasar modal nasional," ujarnya.
Editor: Aditya Pratama