Laba Bersih MSIN Tahun Lalu Melesat 78 Persen Jadi Rp301 Miliar
JAKARTA, iNews.id - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), anak perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu sebesar Rp301,1 miliar. Angka ini melonjak 78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp168,9 miliar.
Hal ini berarti terdapat peningkatan margin laba bersih yang signifikan sebesar 16,6 persen untuk tahun ini. Adapun EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp445,2 miliar di 2021, meningkat sebesar 42 persen dari Rp314,2 miliar di 2020. Ini mencerminkan peningkatan margin EBITDA sebesar 24,6 persen dari 22,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Melonjaknya laba bersih perseroan didukung meningkatnya pendapatan pada tahun lalu. Pendapatan perseroan yang telah diaudit tercatat sebesar Rp1,813 triliun pada 2021, naik 31 persen dibanding 2020 senilai Rp1,389 triliun.
Pada kuartal IV 2021, pendapatan naik signifikan sebesar 45 persen menjadi Rp501,1 miliar dari Rp346,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan konten MSIN melampaui tingkat pertumbuhan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,819 triliun pada 2021, meningkat 23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,475 triliun.
Peningkatan pendapatan konten tersebut sebagai akibat dari ekspansi aktivitas produksi konten perseroan yang terkena dampak pada 2020 karena adanya PSBB yang diberlakukan oleh pemerintah. Pertumbuhan pendapatan konten pada kuartal IV 2021, secara year on year (yoy) menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat sebesar 56 persen menjadi Rp514,6 miliar.
Adapun MNC Pictures, rumah produksi drama milik perseroan telah berkinerja dengan sangat baik untuk menempatkan posisinya sebagai rumah produksi drama paling produktif di Indonesia dan meskipun telah menghadapi berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi, MNC Pictures senantiasa berhasil dalam memproduksi program berperingkat tinggi, di mana 5 programnya berhasil menempati 5 program drama terbaik pada tahun 2021.
Pendapatan digital MSIN mencatatkan pertumbuhan 65 persen menjadi Rp427,3 miliar dari tahun sebelumnya sebelumnya Rp259 miliar. Ini menegaskan kembali pertumbuhan digital dan kemampuan monetisasi perseroan.
Sementara itu, pada kuartal IV 2021, pendapatan digital meningkat menjadi Rp134 miliar, tumbuh sebesar 5 persen dari Rp127,5 miliar pada kuartal IV 2020.
Beban langsung sepanjang 2021 tercatat sebesar Rp1,256 triliun, meningkat 29 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp972,2 miliar. Beban langsung sebagian besar disebabkan oleh peningkatan volume produksi, serta mengalami sedikit peningkatan pada biaya produksi per jam konten untuk memperkaya kualitas konten yang diproduksi oleh perseroan dan hasilnya dapat terlihat pada peringkat program yang lebih baik secara keseluruhan dan pencapaian pangsa pemirsa pada tahun 2021 vs 2020.
Sedangkan beban umum dan administrasi mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen menjadi Rp111,7 miliar pada tahun lalu dari Rp102,8 miliar pada periode yang sama 2020.
Pertumbuhan biaya G&A terutama disebabkan oleh perluasan operasional lini digital MSIN, yang terdiri dari produksi berbagai original production untuk platform pihak ketiga, keterlibatan perseroan ke dalam lini game, dan ekspansi dalam aktivitas media sosial perseroan, termasuk multi-channel network.
Sementara itu, perseroan mempertahankan posisinya sebagai produsen konten terbesar dan terbaik di Indonesia sepanjang 2021, baik dalam jumlah konten yang diproduksi maupun pencapaian kinerja.
MSIN memiliki 300.000 jam hak pustaka konten digital MNC Group yang dapat dimonetisasi dalam beberapa cara, seperti penjualan ke MNCN TV FTA, skema insentif untuk program-program terbaik, saluran linier & konten VOD pada superapp Perseroan, monetisasi media sosial, lisensi konten ke pihak ke-3, lisensi IP, penempatan iklan nonreguler (iklan yang ditempatkan di dalam konten), dan monetisasi NFT.
Editor: Jujuk Ernawati