Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos LPI Prediksi Anggaran Infrastruktur Capai Rp6.493 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

LPI Akan Terima Nilai Investasi Rp60 Triliun dari Investor

Sabtu, 01 Mei 2021 - 11:43:00 WIB
LPI Akan Terima Nilai Investasi Rp60 Triliun dari Investor
Direktur Utama LPI, Ridha Wirakusumah
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) menyatakan dalam waktu dekat nilai investasi yang digelontorkan investor mencapai Rp 60 triliun. Dana tersebut akan diperoleh usai manajemen LPI melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan para investor. 

Direktur Utama LPI, Ridha Wirakusumah menyebut, penandatanganan MoU ditargetkan akan dilakukan satu pekan atau sebulan ke depan. Meski begitu, dia tidak merinci perusahaan mana saja yang terlibat dalam kerja sama tersebut. 

"Mungkin, kami diberi doanya, MoU yang akan kita tanda tangan itu kira-kira Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun, itu hitungannya satu minggu atau sebulan sudah ada," ujar Ridha, saat Webinar Indonesia Muda Club, Sabtu (1/5/2021). 

Menurut dia, manajemen LPI mencatat tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas, dimana LPI diberi kewenangan khusus (sui generis) untuk pengelolaan Investasi pemerintah pusat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Tentunya kami harus berhati-hati karena harus mengikuti governance yang berlaku, yang seperti kita selalu ikuti," kata Ridha. 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempersiapkan langkah besar untuk mengundang investor global untuk berinvestasi di Indonesia melalui LPI. Ada sejumlah aset negara yang tengah diperbaharui untuk ditawarkan kepada investor

Tercatat beberapa aset tengah dipersiapkan pemerintah baik bersumber dari BUMN Karya, Telekomunikasi dan Informasi, hingga sektor perbankan. Misalnya, sektor infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan jalan tol.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menuturkan, pembangunan infrastruktur tidak saja dilakukan oleh BUMN Karya, namun, pemerintah memberikan tempat bagi perusahaan global untuk ambil bagian dalam penggarapan proyek tersebut.

"Dalam dua tahun pertama, kami akan fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan, saya pikir itu sangat jelas, kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas aset, dan juga meluaskan kapasitas dengan mitra global, untuk membawa trafik dan penciptaan nilai setelah pandemi," tutur Ridha.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut