Nominal Penyaluran KPR RI Salah Satu yang Terendah di Asia
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan nominal penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Indonesia per Maret 2018 masih rendah. Dibandingkan negara Asia lainnya, Indonesia merupakan yang paling rendah sebelum Filipina.
Manager Departemen Makro Prudential BI Bayu Adi Gunawan mengatakan, jumlah penyaluran KPR Indonesia per Maret 2018 sebayak 32,3 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, Filipina kurang dari setengahnya yaitu 11,8 juta dolar AS.
"2018 serapan KPR belum maksimal. Belum sampai puncaknya. Tadinya harapan kami di 2018 akhir dan 2019 tengah akan sampai puncak," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (24/1/2019).
Sementara itu, Jepang berhasil menduduki peringkat pertama yaitu berjumlah 1.84,6 juta dolar AS. Kemudian diikuti oleh Korea Selatan sebesar 441,8 juta dolar AS dan Singapura 129,7 juta dolar AS.
Sementara itu, Malaysia hanya selisih sedikit dengan Singapura dengan perolehan 128,4 juta dolar AS. Selanjutnya, Thailand mengekor dengan nominal 112 dolar AS.
Namun, jika dibandingkan dengan negara lain, rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2017 milik Indonesia masih sangat tertinggal dari negara Asia lainnya. Rasio KPR Indonesia hanya 2,9 persen dari PDB.
"KPR kita cuma 2,9 persen dari PDB (2017)," kata dia
Bahkan Filipina bisa menyalurkan KPR 3,5 persen dari PDB. Thiland dan Korea Selatan berhasil menembus penyaluran KPR hingga double digit, yaitu masing-masing 22 persen dan 26 persen dari PDB.
Sementara itu, Jepang mencapai 33,7 persen dan Malaysia 38,4 persen dari PDB. Dengan demikian, Singapura berhasil merajai rasio penyaluran KPR 2017 sebesar 44,5 persen dari PDB.
Adapun rasio penyaluran KPR Indonesia tersebut ditopang oleh pertumbuhan KPR untuk rumah tapak murah dan komersial ukuran di atas 70 meter. Kedua segmen properti ini berhasil tumbuh 7,1 persen per Oktober 2018.
Kendati demikian, penyaluran kredit pemilikan apartemen (KPA) juga tinggi pertumbuhannya namun pangsa pasarnya hanya sedikit. Padahal, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KPA masih terjaga di 2,7 persen.
Editor: Ranto Rajagukguk