Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Terakhir Perdagangan 2025, IHSG Ditutup Menguat ke 8.646 
Advertisement . Scroll to see content

Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan

Kamis, 01 Januari 2026 - 09:15:00 WIB
Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan
Pasar modal Indonesia menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme, dengan IHSG diprediksi menguji level psikologis di rentang 8.000 hingga 10.000. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki ruang pertumbuhan yang luas dengan target pengujian pada level psikologis di rentang 8.000 hingga 10.000. 

Keyakinan ini didorong oleh membaiknya kondisi makroekonomi, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta transformasi kelembagaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

Community Lead PT IndoPremier Sekuritas, David Kurniawan memproyeksikan IHSG akan memasuki fase baru yang disebut sebagai Broadening Bull Market. Pada fase ini, kenaikan indeks tidak lagi hanya ditopang oleh segelintir sektor, melainkan menyebar secara merata ke berbagai industri.

“IHSG berpeluang menguji level psikologis 9.000," kata David dalam risetnya dikutip, Kamis (1/1/2026). 

David menambahkan, terdapat sejumlah faktor domestik dan global yang akan menjadi penentu. Implementasi Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat (AS) akan sangat krusial bagi sektor perkebunan dan tambang, terutama terkait bebas tarif ekspor kelapa sawit dan kopi.

Selain itu, investor perlu waspada terhadap kenaikan PPN menjadi 12 persen dan Bea Keluar Emas sebesar 10 persen yang dapat menekan margin emiten serta daya beli masyarakat.

Kualitas laba bank besar tetap menjadi barometer, terutama terkait kemampuan menekan beban pencadangan (provisi) setelah lonjakan di tahun sebelumnya.

Sementara itu, pengaruh kecerdasan buatan (AI) yang merambah sektor non-teknologi serta penerapan pajak minimum global 15 persen akan mulai berdampak pada rancangan insentif perusahaan multinasional di Indonesia.

Senada dengan optimisme tersebut, JP Morgan Indonesia memasang target yang lebih agresif. Dalam laporan Indonesia Equity 2026 Outlook, IHSG diperkirakan mampu menembus level 10.000 dalam skenario terbaik (bull scenario).

Executive Director JP Morgan, Henry Wibowo menjelaskan, tahun 2026 akan menjadi masa di mana Indonesia memetik hasil setelah melewati tahun transisi politik.

"Kami terus mengharapkan tren pelonggaran moneter akan berlanjut, karena kami memperkirakan penurunan suku bunga acuan BI sebesar 50bps tahun depan dengan prospek likuiditas sistem yang membaik," ujar Henry.

Salah satu faktor pembeda utama di tahun 2026 adalah peran Danantara. Lembaga ini diyakini akan menjadi pendorong baru bagi arus modal institusional, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemisahan tugas yang jelas pada Danantara dinilai sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas badan usaha milik negara (BUMN).

"Kami menyambut baik pemisahan tugas yang tepat antara perusahaan induk Danantara (BPI Danantara), unit Manajemen Aset (DAM), dan Manajemen Investasi (DIM). Kami yakin sangat penting untuk memisahkan tugas kewajiban pelayanan publik dan dorongan profitabilitas pada perusahaan-perusahaan milik negara," tuturnya.

Secara keseluruhan, jika skenario positif ini berjalan lancar, IHSG akan berada di kisaran 10.000. Namun, dalam skenario terburuk (bear scenario), indeks diprediksi akan bertahan pada posisi 7.800. Stabilitas harga komoditas seperti minyak di kisaran 60 dolar AS per barel dan harga emas akan tetap menjadi variabel penting penyangga sentimen pasar sepanjang 2026.

Perlu diketahui, IHSG menguat tipis 0,03 persen atau naik sekitar 2,682 poin ke level 8.646,93 pada perdagangan terakhir tahun 2025. 

Sepanjang Selasa (30/12/2025), indeks bergerak fluktuatif dengan rentang posisi tertinggi di 8.663,66 dan titik terendah pada 8.584,86.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut