Pasar Saham Pascalibur Panjang Berpotensi Terkoreksi, Ini Faktornya
JAKARTA, iNews.id - Beberapa sentimen akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan. Direktur Investama Hans Kwee mengatakan pasar saham Indonesia akan kembali dari libur panjang, berpeluang adjust terhadap pergerakan pasar luar negeri yang cenderung terkoreksi.
Dia menyebutkan pelaku pasar juga menanti pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal III dan lanjutan laba perusahaan. Di samping itu, naiknya kasus Covid 19 menjadi tekanan bagi pasar saham dunia.
"IHSG berpeluang konsolidasi melemah di pekan ini dengan support di level 5,095 sampai 5,000 dan resistance di level 5,182 sampai 5,200," kata Hans Kwee di Jakarta, Minggu (1/11/2020).
Selain itu, faktor ekskternal lainnya, yakni laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) kuartal ketiga naik secara tahunan sebesar 33,1 persen, pertumbuhan tercepat yang pernah ada sejak pemerintah mulai mencatatnya pada 1947.
Kenaikan ini terjadi setelah penurunan 31,4 persen pada kuartal kedua. Pertumbuhan ini juga lebih baik dari ekspektasi sejumlah ekonom yang disurvei Dow Jones, yakni 32 persen.
"Pemulihan ekonomi yang ditunjukan pertumbuhan PDB setelah penguncian (shutdown) dicabut lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya. Banyak negara mengalami kasus yang mirip, di mana terjadi pemulihan ekonomi yang cepat setelah pembukaan lockdown akibat Covid-19," ujarnya
Editor: Dani M Dahwilani