Resmi Melantai di Bursa, ARCI Bertahan di Zona Hijau Saat IHSG Terkoreksi
JAKARTA, iNews.id - PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (28/6/2021) dengan kode emiten ARCI. Perusahaan tambang pure-play emas (pure-play gold producer) ini, merupakan emiten ke-21 yang mencatatkan saham perdana di BEI sepanjang 2021.
Saat melantai di Bursa, ARCI diperdagangkan dengan harga Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp750 per saham. Meskipun IHSG pada sesi I perdagangan hari ini terkoreksi, ARCI tetap bertahan di zona hijau.
Hingga pukul 11.45 WIB, ARCI tercatat mengalami kenaikan harga sebesar Rp35 atau 4,67 persen menjadi Rp785 per saham. Sementara IHSG terkoreksi 50,210 poin atau 0,83 persen ke level 5.972.
ARCI melepas sebanyak 3.725.250.000 saham biasa dalam IPO yang mewakili sebanyak 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perseroan.
Berdasarkan hasil dari penawaran saham ARCI selama masa bookbuilding dan offering period melalui sistem e-IPO, Perseroan melihat antusiasme yang luar biasa dari para investor retail sehingga pesanan yang masuk jauh melebihi porsi yang telah kami alokasikan sebelumnya (oversubscribed) untuk Penjatahan Terpusat (pooling allotment).
Oleh karena itu, selaras dengan peraturan penjatahan baru (mekanisme clawback) dari sistem e-IPO di BEI, Perseroan mengalokasikan porsi Penjatahan Terpusat untuk investor retail yang lebih tinggi daripada yang Perseroan telah alokasikan sebelumnya, serta mengurangi porsi Penjatahan Pasti (fixed allotment) untuk investor institusi.
Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang telah didapatkan Perseroan, dimana ARCI telah cukup lama merencanakan untuk melakukan IPO.
"Ini merupakan salah satu milestones yang berhasil dicapai oleh Perseroan dan merupakan momen yang berharga bagi kami. Kami sangat bersyukur atas kepercayaan seluruh pihak terkait yang telah mendukung Perseroan untuk merealisasikan IPO ini," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dalam aksi korporasi ini, Archi menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Sementara itu, Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi Indonesia, Adam Jaya Putra menuturkan, sekitar 90 persen dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Entitas Anak, untuk pembayaran sebagian pokok utang bank.
"Sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta Entitas Anak untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja," ucap Adam.
Pada 2020, Archi mencatatkan total Pendapatan sebesar 393,3 juta dolar AS dan merupakan penyumbang nilai pajak dan royalti terbesar dari sektor industri pertambangan emas di provinsi Sulawesi Utara, dimana sekitar 98 persen dari total Pendapatan Perseroan dihasilkan dari penjualan bijih emas, dan sisanya dari penjualan produk emas batangan (gold minted bars).
Selain itu, komitmen Perseroan dalam melakukan berbagai upaya efisiensi biaya juga berdampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, dimana Archi berhasil mencatatkan Laba Bersih sebesar 123,3 juta dolar AS pada 2020.
Editor: Jeanny Aipassa