Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp15.643 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Rabu, 17 Januari 2024 - 17:18:00 WIB
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp15.643 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Rabu (17/1/2024). Rupiah turun 50 poin ke level Rp15.643. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (Dolar AS) melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Rabu (17/1/2024). Rupiah turun 50 poin ke level Rp15.643 setelah sebelumnya menguat ke level Rp15.592 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menuturkan, penguatan dolar AS karena Gubernur The Fed Christopher Waller mengisyaratkan pendekatan hati-hati terhadap penurunan suku bunga dan mengatakan bahwa ketahanan ekonomi AS saat ini kemungkinan akan menunda potensi penurunan suku bunga.

"Komentarnya mengirim dolar ke level tertinggi dalam satu bulan, dan juga memicu lonjakan tajam dalam imbal hasil Treasury, dengan tingkat suku bunga 10-tahun melewati angka 4 persen," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (17/1/2024).

Isyarat ekonomi AS lainnya menunggu karena para pedagang memangkas perkiraan penurunan suku bunga di bulan Maret. Pasar sekarang fokus pada data produksi industri dan penjualan ritel bulan Desember, yang akan dirilis pada hari Rabu.

Setiap tanda-tanda kekuatan ekonomi AS, khususnya belanja konsumen, memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Pedagang terlihat sedikit mengurangi taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga bank sentral pada bulan Maret, menurut alat CME Fedwatch. Pasar melihat peluang 62,8 persen untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun dari 66,1 persen yang terlihat sehari sebelumnya.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2024 di level 6,00 persen. Keputusan menahan suku bunga ini seiring dengan fokus kebijakan moneter yang pro stabilitas. 

Selain itu, ini merupakan langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3 persen plus minus 1 persen pada 2023 dan 2,5 persen plus minus 1 persen pada tahun 2024.

Ada beberapa alasan BI mempertahankan suku bunga acuannya. Di antaranya, ketidakpastian global masih tetap tinggi. Tekanan inflasi di negara maju terutama Amerika Serikat (AS) yang berlanjut menimbulkan ketidakpastian terkait dengan arah suku bunga kebijakan global ke depan.

Tercatat, inflasi AS pada Desember 2023 mencapai 3,4 persen secara tahunan, naik dari 3,1 persen pada November 2023. Penurunan harga energi global, tertahan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama terkait gangguan di Laut Merah.

Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah hari ini melemah, selanjutnya untuk perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan kemudian ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.630-Rp15.690.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut