Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Kita Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Melemah 4,53 Persen, Dekati Level Rp16.000 per Dolar AS

Kamis, 19 Maret 2020 - 17:58:00 WIB
Rupiah Melemah 4,53 Persen, Dekati Level Rp16.000 per Dolar AS
Kurs rupiah melemah. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (19/3/2020) mengalami depresiasi cukup dalam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda mendekati level psikologis Rp16.000 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah ditutup melemah 690 poin atau 4,53 persen menjadi Rp15.912 per dolar AS dari posisi kemarin Rp15.222 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp15.287-15.912 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp15.287 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah terdepresiasi 695 poin atau 4,57 persen menjadi Rp15.913 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp15.218 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp15.218 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp15.217-15.913 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 489 poin menjadi Rp15.712 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.223 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan, kurs rupiah terkulai mendekati level Rp16.000 per dolar AS. Dia mengatakan, penyebaran wabah Virus korona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dan menyebabkan kepanikan pasar membuat Bank Indonesia (BI) hari ini memutuskan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

"Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah mengikuti anjuran bank sentral global, namun BI tidak bisa menjaga stabilitas mata uang rupiah akibat pasar yang panik karena dinamika dinamika penyebaran Virus Corona sangat cepat," ujar Ibrahim.

BI juga menurunkan suku bunga deposit facility turun 25 bps menjadi 3,75 persen dan suku bunga lending facility turun 25 bps menjadi 5,25 persen.

Menurut Ibrahim, terus bertambahnya kasus positif COVID-19 membuat pelaku pasar menghindar aset-aset berisiko salah satunya mata uang rupiah.

"Level 16.000 adalah level kunci, di mana apabila terlewati maka rupiah akan terus melemah dan dalam kondisi saat ini, wajar kalau rupiah bisa bertengger di 16.500 di bulan April 2020," kata Ibrahim.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut