Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Arsyan Ismail, Pria asal Malaysia Pecahkan Rekor Dunia usai Jual Domain Rp1,1 Triliun!
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Terjun Bebas, Harga Bitcoin Mulai Rebound

Minggu, 04 Februari 2018 - 13:03:00 WIB
Setelah Terjun Bebas, Harga Bitcoin Mulai Rebound
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasar mata uang kripto telah pulih setelah kehilangan nilai lebih dari 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Kini Bitcoin, Ethereum dan Ripple mengalami kenaikan harga.

Mengutip Express, Minggu (4/2/2018), Bitcoin naik menjadi 8.997 dolar AS pada hari Sabtu pagi, menurut data CoinDesk. Ethereum juga mencapai titik tertinggi kemarin, memuncak pada 945,21 dolar AS. Ripple juga meningkat, diperdagangkan setinggi 0,89 dolar AS.

Bitcoin naik sekitar 7 persen dalam 24 jam. Mata uang kripto kembali rebound menandai berakhirnya penjualan besar-besaran sehingga membuat nilai pasar turun 100 miliar dolar AS dan membawa harga bitcoin di bawah 8.000 dolar AS untuk pertama kalinya sejak November.

Penurunan tersebut  terjadi di tengah peraturan yang lebih ketat mengenai pasar mata uang kripto.

Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan, negara tersebut ingin menghilangkan penggunaan mata uang digital karena rentan dengan kegiatan kriminal. Meski sempat rebound kemarin, banyak mata uang kripto lain yang masih jauh di bawah level tertinggi terakhir. Bitcoin mencapai rekor tertinggi 19.000 dolar AS pada Desember lalu.

Sementara itu, raksasa perbankan AS JP Morgan Chase dan Bank of America telah melarang pengguna akun membeli mata uang kripto menggunakan kartu kredit. "Saat ini, kami tidak memproses pembelian kriptocurrency dengan menggunakan kartu kredit, karena adanya volatilitas dan risiko yang terkait. Kami akan meninjau kembali masalah ini saat pasar berkembang," kata Juru Bicara JP Morgan.

Seorang juru bicara Bank of America mengonfirmasi bahwa bank tersebut telah mengambil pendekatan yang sama. Keputusan tersebut mengikuti penurunan harga mata uang kripto yang dramatis setelah mencatat rekor tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Bitcoin berhenti naik setelah mencapai level tertinggi yang pernah ada di bulan Desember sampai akhirnya jatuh hampir setengah dari 19.000 dolar AS. Volatilitas telah terlihat dengan adanya perubahan harga yang cepat dalam beberapa jam setelah sentimen negatif di pasar mata uang kripto menjadi berita global.

Bank-bank besar AS telah bereaksi terhadap pasar yang tidak stabil dengan berusaha membatasi keterlibatan pelanggan mereka. Langkah tersebut kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran bahwa bank lain mungkin mengikuti dan membatasi pembatasan perdagangan kripto.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut