Soal Digitalisasi, Perbankan Diminta Tingkatkan Keamanan Hindari Kebocoran Data

Rina Anggraeni · Kamis, 30 Juli 2020 - 12:04 WIB
Soal Digitalisasi, Perbankan Diminta Tingkatkan Keamanan Hindari Kebocoran Data

Pengoptimalan sistem perbankan digital di Indonesia dinilai menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan dunia perbankan di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pengoptimalan sistem perbankan digital di Indonesia dinilai menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan dunia perbankan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini seiring Indonesia yang akan menjadi negara yang tertinggi dalam penggunaan digitalisasi perbankan di Asia Tenggara pada 2025 nanti.

Direktur eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, perkembangan digitalisasi ini semakin meningkat. Namun, seiringnya perkembangan ini membuat kejahatan keamanan data internet di perbankan masih menghantui.

"Sisi keamanan posisi digital banking ini memang meningkat namun cyber crime juga tinggi karena masih banyak masyarakat yang masih belum tahu tentang meningkatkan cyber crime," ujar Heru dalam diskusi bersama IDX Channel, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dia meminta perbankan atau platform yang menerapkan digital banking ini meningkatkan pelayanan dan teknologinya agar data nasabah tidak bocor. Salah satunya, mengedukasi masyarakat agar menjaga keamanan datanya tidak diberikan ke siapa pun.

"Karena cyber crime ini bergerak mencari kelemahan dari pelayanan yang mana bisa menembus akun rekening nasabah," tuturnya.

Dia menambahkan, agar perbankan yang menerapkan digitalisasi ini untuk meningkatkan standar operasional. Salah satunya, meningkatkan alokasi anggaran dalam membeli belanja teknologi dalam menyiapkan sistem perbankan dalam digitalisasi.

"Jangan tunggu sampai sudah terjadi peristiwanya. Kesadaran itu harus dibangun jadi kalau ada belanja anggaran untuk membeli IT itu bagus untuk menjaga keamanan data," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk