Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gegara Oplas Hidung Clara Shinta Disarankan Hiperbarik, Apa Itu?
Advertisement . Scroll to see content

Tips MotionTrade: Diversifikasi Investasi dengan Exchange Traded Fund

Rabu, 22 April 2026 - 11:23:00 WIB
Tips MotionTrade: Diversifikasi Investasi dengan Exchange Traded Fund
Berikut rangkuman empat perbedaan antara ETF dengan reksa dana saham yang telah dirangkum MotionTrade. (Foto: MNC Media)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.

Berbagai pilihan instrumen tersedia bagi investor dalam mengelola portofolio. Salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan adalah Exchange Traded Fund atau ETF. Produk instrumen ini merupakan investasi yang menggabungkan karakteristik saham dan reksa dana.

Secara sederhana, ETF adalah kumpulan aset seperti saham, obligasi, atau komoditas yang diperdagangkan di bursa efek layaknya saham perusahaan.

Bagi investor pemula yang ingin berinvestasi produk ETF, memahami perbedaan antara ETF dan reksa dana saham menjadi hal yang penting. Dengan pemahaman tersebut, investor dapat melakukan diversifikasi portofolio secara lebih optimal. 

Lantas, apa saja yang membedakan ETF dengan reksa dana saham? MotionTrade telah merangkum 4 (empat) perbedaannya, yaitu:

1. Cara Transaksi
ETF diperdagangkan langsung di bursa efek seperti saham, sehingga bisa dibeli dan dijual kapan saja selama jam perdagangan. Sementara itu, reksa dana hanya bisa dibeli atau dicairkan melalui manajer investasi atau agen penjual, dan transaksi biasanya diproses berdasarkan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) di akhir hari.
 
2. Harga dan Transparansi
Harga ETF berubah secara real-time mengikuti pergerakan pasar, sama seperti saham. Investor bisa melihat harga secara langsung. Sebaliknya, reksa dana hanya memiliki satu harga per hari yang dihitung setelah pasar tutup.

3. Minimum Investasi
ETF bisa dibeli mulai dari 1 lot (umumnya 100 unit), sehingga lebih fleksibel bagi investor ritel. Reksa dana biasanya memiliki minimum investasi awal tertentu, yang bisa bervariasi tergantung produk dan manajer investasinya. 

4. Risiko Transaksi 
Risiko transaksi pada ETF dapat dikontrol (lebih rendah) karena transaksi jual/beli ETF dapat dilakukan setiap saat selama jam bursa berlangsung. Reksa Dana saham biasanya bergantung pada Manajer Investasi dari pengelolaan portofolio. 

Dengan memahami perbedaan antara ETF dan reksa dana saham, investor dapat memanfaatkan ETF sebagai pilihan strategis untuk diversifikasi portofolio yang lebih optimal. Anda juga dapat mencoba peluang investasi di produk ETF sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta.

Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut