Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Advertisement . Scroll to see content

Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal

Senin, 15 Juni 2026 - 16:17:00 WIB
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Investasi merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan. Namun, keputusan investasi yang baik harus didasarkan pada pemahaman yang memadai, bukan karena tergiur keuntungan instan. Pelaku penipuan kerap memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat dengan menawarkan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko. Padahal, setiap instrumen investasi memiliki risiko.

Dengan melakukan verifikasi sebelum berinvestasi, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan investasi pasar modal. MotionTrade telah merangkum 4 (empat) modus penipuan berkedok investasi pasar modal yang perlu diwaspadai oleh investor, antara lain:

1. Mengatasnamakan Perusahaan atau Institusi Resmi
Modus yang sering ditemukan adalah penggunaan nama, logo perusahaan sekuritas atau lembaga keuangan resmi tanpa izin oleh oknum tertentu. Sebagai perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, MNC Sekuritas senantiasa mengimbau masyarakat untuk memverifikasi keaslian informasi sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi. 

Anda perlu mengecek kebenaran penawaran investasi yang Anda dapatkan melalui kanal resmi MNC Sekuritas seperti website www.mncsekuritas.id maupun media sosial MNC Sekuritas, serta Call Center MNC Sekuritas melalui email [email protected] atau nomor 1 500 899 (ext. 3) atau WhatsApp Business 0888- 8000-005.

2. Grup Rekomendasi Saham/ Media Sosial/ Situs Palsu
Oknum atau pelaku membuat akun media sosial, grup percakapan, maupun situs palsu yang menyerupai institusi asli untuk meyakinkan calon korban. Dalam grup tersebut, korban diarahkan untuk membeli saham tertentu atau mentransfer dana dengan iming-iming keuntungan besar. Investor perlu berhati-hati terhadap rekomendasi investasi yang tidak jelas sumbernya, terlebih jika disertai ajakan untuk menyetor dana ke rekening individu atau pihak tertentu. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut