20.000 Ton Beras Bulog Busuk, Emil Salim Soroti Kebijakan Pangan

Antara ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 20:11 WIB
20.000 Ton Beras Bulog Busuk, Emil Salim Soroti Kebijakan Pangan

Ekonom Senior, Emil Salim. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Senior Emil Salim menilai keberadaan 20.000 ton beras Bulog yang busuk menunjukkan adanya kekeliruan dalam kebijakan pangan di Indonesia. Dengan kata lain, ada ketidaksinkronan antara produksi, distribusi, dan impor beras.

"Ini kan berarti kebijakan pangan, produksi pangan, perdagangan pangan, dan impor pangan tidak berada pada jalur yang benar," katanya di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA:

Buwas Sebut 20.000 Ton Beras Bulog Busuk, Ini Penyebabnya

Beras Bulog yang Busuk Tembus 20.000 Ton, Ini Kata Buwas

Emil heran beras puluhan ribu ton bisa busuk. Yang jelas, kata dia, ada kelebihan stok beras sehingga tidak terpakai hingga lebih dari empat bulan. Dia menyebut, kondisi ini merugikan petani.

"Pihak yang dirugikan atas hal ini tentu termasuk petani. Apalagi kalau ada impor, tentu nantinya akan memengaruhi harga dan itu merugikan petani," ucapnya.

Mantan ketua dewan pertimbangan presiden itu menyebut, nilai tukar petani padi dan palawija terus turun dalam empat tahun terakhir. Padahal, harga beras di pasar internasional cukup stabil.

"Nah kalau di sini petani rugi sedangkan beras dijual lebih mahal di luar negeri, lalu surplusnya kemana? Ditambah lagi stok beras lantas juga dimusnahkan," tutur guru besar FEB-UI itu.


Editor : Rahmat Fiansyah