Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TEI ke-40 Resmi Dibuka, Hadirkan Keunggulan Produk Indonesia Tanpa Batas 
Advertisement . Scroll to see content

4 Tahun Jokowi-JK, Kinerja Ekspor Nonmigas Belum Memuaskan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 19:09:00 WIB
4 Tahun Jokowi-JK, Kinerja Ekspor Nonmigas Belum Memuaskan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kinerja ekspor non minyak dan gas (migas) selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai belum memuaskan.

Kinerja ekspor nonmigas tercatat hanya tumbuh sekitar 4,88 persen dibandingkan empat tahun lalu. Pada 2017, nilai ekspor migas tercatat 153,08 miliar dolar AS, hanya naik 7,2 miliar dolar AS dibanding tahun 2014 sebesar 145,96 miliar dolar AS.

Perjalanan kinerja ekspor nonmigas cukup bergejolak. Pada 2015 misalnya, ekspor nonmigas tercatat 131,79 miliar dolar AS, anjlok 9,7 persen meski berangsur pulih pada 2016 yang naik 0,2 persen dan 2017 yang tumbuh 15,9 persen.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini sebesar 11 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor nonmigas Januari-September 2018 sebesar 122,31 miliar dolar AS tumbuh 9,29 persen. Sementara keseluruhan ekspor, termasuk ekspor migas mencapai 134,99 miliar dolar AS, tumbuh 9,41 persen.

"Pak Menko (Darmin Nasution) tadi mengatakan, sebenarnya cukup dengan 6,8 persen tapi sampai dengan saat ini (September 2018) baru mencapai 9,41 persen di tengah situasi penuh ketidakpastian," ujar Mendag di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu masih berharap target ekspor 11 persen tercapai. Sejumlah program peningkatan ekspor terus dipercepat, terutama dengan mengakselerasi penyelesaian perjanjian perdagangan bilateral dan perluasan pasar ekspor baru lewat pameran dagang, forum bisnis, dan misi dagang.

Mendag menjelaskan, salah satu negosiasi perjanjian dagang yang tengah dikebut yaitu dengan Uni Eropa lewat kerangka EU-CEPA dan EFTA. Sementara perluasan pasar baru menyasar negara-negara Afrika, seperti Tunisia, Maroko, dan Mozambik.

Perjanjian dagang multileral juga tengah dikerjakan. Salah satunya adalah ASEAN+6 atau dikenal dengan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership). Selain 10 negara ASEAN, sejumlah negara yang akan terlibat yaitu China, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

”Perjanjian yang sedang berlangsung ada delapan, yang masih di-review ada tiga, ditambah yang sudah dilakukan inisiasi dua. Jadi totalnya ada 13 perjanjian perdagangan,” ujarnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut