Ada Menteri Tak Tahu BLU, Sri Mulyani Ungkap Bedanya dengan BUMN
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju tak tahu Badan Layanan Umum (BLU).
"Tadi beberapa menteri saya tanya dengan kuis, 'tahu BLU enggak?' Menteri Kesehatan (Menkes) yang begitu penuh dengan pengetahuan pun beliau masih belum tahu BLU. Jadi ini merupakan tugas berat dalam menyampaikan BLU," kata dia dalam pembukaan BLU Expo 2021, Selasa (16/11/2021).
Dia menuturkan, ada perbedaan antara Badan Layanan Umum (BLU) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BLU berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 mengenai Perbendaharaan Negara telah memberikan koridor baru bagi instansi pemerintah, yang tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk dapat menerapkan pola keuangan yang fleksibel dengan menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas dengan sebutan umum sebagai satuan kerja Badan Layanan Umum (satker BLU).
"Jadi BLU itu bagian dari pemerintah, makanya dia menjadi kekayaan negara yang tidak dipisahkan," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani Sebut Industri Otomotif Kunci Penting dalam Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi
Sementara BUMN, dia menuturkan, kekayaan negara dalam neraca dipisahkan.
"Sementara BLU, ada di dalam neraca kita. Neracanya (BLU) masih consolidated, tidak dipisahkan. Namun dia tidak mengikuti pure (secara murni) rezim keuangan negara," ucapnya.
Sri Mulyani: Biaya Penanganan Bencana di RI Bisa Rp20 Triliun per Tahun
Kendati demikian, BLU memiliki flesibiltas sama halnya dengan penerapan corporate governance seperti BUMN. Karena itu, BLU boleh memungut biaya sesuai dengan standar layanannya. Namun tujuannya bukan mencari keuntungan melainkan pelayanan.
"Masyarakat mengenal RSPAD, tapi tidak tahu itu BLU atau RS Polri mereka tahu itu tapi tidak tahu dia bentuk kelembagaannya dikelola sebagai BLU," ucapnya.
Sri Mulyani Beri Kemenhan dan Polri Anggaran Besar, Ternyata Ini Alasannya
Sementara itu, Sri Mulyani hari ini membuka BLU Expo di Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara puncak akan digelar mulai hari ini, 16 hingga 18 November 2021.
Editor: Jujuk Ernawati