Akibat Resesi, Banyak Perusahaan di Singapura Batalkan Kontrak Kerja

Djairan ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 14:48 WIB
Akibat Resesi, Banyak Perusahaan di Singapura Batalkan Kontrak Kerja

Singapura masuki resesi seiring pertumbuhan ekonomi minus 41 persen pada kuartal II 2020. (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura masuki resesi seiring pertumbuhan ekonomi minus 41 persen pada kuartal II 2020. Akibatnya, terjadi lonjakan kasus perusahaan yang membatalkan tawaran pekerjaan, karena berbagai bisnis tengah mengurangi perekrutan selama pandemi Covid-19.

“Kasus perusahaan yang membatalkan kontrak kerja memang melonjak naik sejak awal memasuki kuartal kedua tahun ini,” ujar direktur pelaksana perusahaan perekrutan tenaga kerja Robert Walters Singapore, Rob Bryson dikutip dari Bloomberg Rabu (29/7/2020).

Sementara itu, Direktur Pelaksana perusahaan perekrutan Michael Page Singapore Nilay Khandelwal mengatakan, kondisi saat ini tidak seperti krisis keuangan global masa lalu. Saat itu sebagian besar jenis pekerjaan yang terdampak berada di perbankan, sementara resesi saat ini memukul tenaga kerja hingga ke sektor ritel dan kedirgantaraan.

Seperti yang dialami salah satu warga Singapura, Paul Hoon 44 tahun. Dia telah menandatangani kontrak kerja untuk menjadi manajer kualitas pemasok di perusahaan asal Amerika Serikat (AS), setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebelumnya. Namun disayangkan, sehari sebelum hari pertama bekerja perusahaan membatalkan kontrak tersebut. Hal serupa juga dialami banyak orang di sana.

Hal itu ikut memicu naiknya angka pengangguran. Laporan pemerintah Singapura pada Rabu pagi menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 2,9 persen pada kuartal II tahun 2020, tertinggi sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu. Seorang ekonom di Nomura Holdings Plc, Euben Paraceulles memperkirakan, angka tersebut bisa naik hingga 4,5 persen pada paruh kedua tahun ini.

Editor : Ranto Rajagukguk