Aktivitas Manufaktur Februari 2021 Melambat namun Tetap Ekspansif
JAKARTA, iNews.id - Aktivitas manufaktur Indonesia Februari 2021 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, posisinya masih ekspansif.
Berdasarkan data yang dirilis IHS Markit, skor Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia pada bulan lalu mencapai 50,9. Skor tersebut lebih rendah daripada Januari 2021 yang mencapai 52,2. Skor PMI di atas 50 menunjukkan dunia usaha masih berekspansi.
Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker mengatakan, perlambatan PMI disebabkan peningkatan kasus positif Covid-19 yang menghambat aktivitas industri. Meski begiu, dia menilai sektor manufaktur Indonesia masih kuat.
"Penciptaan lapangan kerja terus menuju stabilisasi. Walau ada gangguan akibat pandemi, optimisme responden terhadap prospek setahun ke depan tetap tinggi karena harapan pandemi bisa diakhiri," ujarnya, Senin (1/3/2021).
Harker menyebut, kondisi sektor manufaktur pada Februari 2021 menunjukkan produksi terus melambat yang berarti terdapat penurunan pasokan barang jadi. Namun, pelemahan tergolong moderat.
"Pemesanan baru (new orders) naik meski tipis. Pengurangan tenaga kerja memang masih terjadi, tetapi semakin berkurang. Beberapa perusahaan mengaku pengurangan karyawan bersifat temporer. Perusahaan juga meningkatkan aktivitas pembelian bahan baku," katanya.
Sementara itu, kata Harker, bisnis ekspor terus berlanjut, terutama diversifikasi. Kondisi tersebut diharapkan bisa mendorong perusahaan memperluas aktivitas pembelian dan mengurangi PHK.
Editor: Rahmat Fiansyah