Alami Resesi Terpanjang, Ekonomi Afrika Selatan Minus 51 Persen akibat Covid-19

Djairan ยท Rabu, 09 September 2020 - 14:45 WIB
Alami Resesi Terpanjang, Ekonomi Afrika Selatan Minus 51 Persen akibat Covid-19

Ekonomi Afrika Selatan makin terpuruk ke dalam jurang resesi akibat kebijakan lockdown di tengah pandemi Covid-19. (Foto: AFP)

CAPE TOWN, iNews.id - Ekonomi Afrika Selatan makin terpuruk ke dalam jurang resesi akibat kebijakan lockdown di tengah pandemi Covid-19. Pada kuartal II 2020, ekonomi negara tersebut minus 51 persen dalam periode April-Juni dari kuartal sebelumnya, menyusul kontraksi 1,8 persen di kuartal I tahun ini.

Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu tercatat telah mengalami kontraksi dalam empat kuartal berturut-turut. Pada kuartal III 2019 ekonomi Afrika Selatan minus 0,8 persen dan diikuti kuartal IV minus 1,4 persen. Data Badan Statistik Afrika Selatan (Stats SA) menunjukkan, penyusutan ekonomi tersebut menjadi resesi terpanjang dalam 28 tahun.

Lockdown nasional yang ketat mulai 27 Maret lalu memperdalam kemerosotan ekonomi lebih dari yang diperkirakan. Melalui pengawasan oleh polisi dan militer, orang-orang Afrika Selatan diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk membeli makanan, saat menerima tunjangan kesejahteraan dan mencari perawatan medis.

Sementara itu, pembukaan ekonomi secara bertahap dimulai pada 1 Mei lalu. Namun, banyak perusahaan yang menutup bisnis permanen serta memecat pekerja. 

Kontraksi akan menghambat upaya pemerintah untuk menstabilkan utang dan mempersempit defisit anggaran. Itu juga akan mempersulit penurunan tingkat pengangguran sebesar 30,1 persen, yang menjadi rintangan utama untuk mengurangi kemiskinan di salah satu negara paling timpang di dunia itu.

“Tingkat aktivitas ekonomi hanya akan kembali ke level sebelum Covid-19 pada 2023-2024. Perekonomian Afrika Selatan semakin berada di posisi terbelakang saat virus corona menyerang. Data PDB kuartal kedua ini mengonfirmasi ekonomi terpukul parah,” ujar ekonom dari Momentum Investments, Sanisha Packirisamy dikutip dari Bloomberg pada Rabu (9/9/2020).

Sebelumnya, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, pemerintahannya akan berusaha bangkit dari krisis dengan membangun ekonomi baru. Strategi pemulihan yang disusun mencakup rencana untuk mempercepat reformasi, meningkatkan investasi infrastruktur dan mempromosikan lokalisasi bisnis yang akan segera dimulai. 

Editor : Ranto Rajagukguk