Banggakan Bisnis Startup, Jokowi Harap Insinyur ASEAN Ciptakan Inovasi Teknologi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 11 September 2019 - 12:04 WIB
Banggakan Bisnis Startup, Jokowi Harap Insinyur ASEAN Ciptakan Inovasi Teknologi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-Asean ke-37 hari ini yang dihadiri lebih dari 1.000 insinyur se-ASEAN. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-Asean ke-37 hari ini yang dihadiri lebih dari 1.000 insinyur se-ASEAN. Jokowi pun membanggakan keempat startup besar asal Indonesia yang kini sukses berkat kontribusi para insinyur di dalamnya, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Jokowi mengatakan, di era revolusi industri 4.0 saat ini negara-negara ASEAN dinilai sukses dalam menerapkan teknologi di industrinya. Hal ini terlihat dari lahirnya 10 startup di ASEAN yang cukup sukses dan diakui dunia.

"ASEAN terbukti cukup sukses dengan adanya 10 unicorn di ASEAN di mana di antaranya dari Indonesia antara lain Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka dan masih banyak lagi," ujarnya saat membuka acara CAFEO37 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/9/2019).

Oleh karenanya, sesama negara ASEAN perlu saling membantu untuk menciptakan inovasi-inovasi di bidang teknologi digital. Pasalnya, seperti diketahui perkembangan teknologi berkembang sangat cepat sehingga setiap negara berlomba untuk menjadi yang tercepat.

"Negara-negara ASEAN harus membantu satu sama lainnya. Jadi mendapatkan hasil yang komprehensif yang sama dan lintas negara di ASEAN lebih mudah," kata dia.

Dengan kerja sama yang komprehensif tersebut diharapkan teknologi dan inovasi yang tercipta dapat mendorong kemajuan industrialisasi. Kerja sama ini berlaku untuk semua sektor mulai dari infrastruktur, bisnis, hingga perdagangan.

"Harus ditingkatkan sehingga negara-negara di Asean punya kemampuan yang baik dan saling memberikan pengalaman dan berpengetahuan di era industri dan era revolusi industri," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk