Bantu Pengguna Fintech Unbankable, Menkominfo Akan Subsidi Pulsa

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 13:34 WIB
Bantu Pengguna Fintech Unbankable, Menkominfo Akan Subsidi Pulsa

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana menyiapkan subsidi untuk pengguna financial technology (fintech) di daerah yang tidak terjangkau layanan perbankan (unbankable). Subsidi ini nantinya berupa paket internet atau pulsa.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, tujuan dari adanya fintech adalah untuk menjangkau masyarakat yang unbankable. Sementara untuk mengakses fintech, pengguna harus menggunakan internet dengan membayar pulsa.

"Kan kalau kita fintech, kita mau pinjam, kita masuk ke aplikasi, kan bayar pulsa, berkurang paket kita. Nah itu yang disubsidi untuk daerah-daerah yang remote," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Subsidi ini untuk meningkatkan inklusivitas keuangan nasional karena masih banyak masyarakat pelosok yang belum terjangkau layanan keuangan. Untuk itu, fintech hadir agar mampu menjangkau pelosok tanpa perlu membangun kantor cabang.

"Dalam konteks transaksinya, kan menggunakan teknologi telekomunikasi. Nah di situnya saya pertimbangkan, saya sedang bicara soalnya, belum pasti, saya pertimbangkan untuk swasubsidi agar lebih visibel. Masyarakat di daerah pun merasa dibantu," ucapnya.

Selain akses internet, fintech saat ini juga hanya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki buku rekening bank. Dengan demikian, fintech masih belum ramah digunakan masyarakat yang unbankable.

"Justru kan ini kan harusnya mendorong ke inklusi keuangan, ke masyarakat yang belum dijamah atau terjaman oleh layanan keuangan," kata dia.

Kendati demikian, jika syarat meminjam dana di fintech tidak menggunakan buku rekening bank juga berisiko. Pasalnya, nasabah bank sudah dapat dipastikan dapat dilacak identitasnya.

"Makanya saya minta bantuan untuk membuat sistem kalau nanti penyelenggara fintech dia tahu kalau ini risikonya seperti apa," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk