Bantuan Berakhir, AS Tutup Pinjaman untuk 7 Maskapai Penerbangan Besar

Djairan ยท Rabu, 30 September 2020 - 22:48 WIB
Bantuan Berakhir, AS Tutup Pinjaman untuk 7 Maskapai Penerbangan Besar

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah menutup pinjaman kepada tujuh maskapai penerbangan besar. (Foto: Antara)

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah menutup pinjaman kepada tujuh maskapai penerbangan besar yang terkena dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut karena bantuan pemerintah yang diberikan kepada sektor penerbangan senilai 25 miliar dolar AS berakhir pada 1 Oktober.

Departemen Keuangan mengatakan, ketujuh maskapai itu adalah American Airlines, United Airlines, Alaska Airlines, Frontier Airlines, JetBlue Airways Corp, Hawaiian Airlines dan SkyWest Airlines. Pihak  departemen akan mendesak kongres AS untuk memberikan skema bantuan baru, guna menyelamatkan puluhan ribu pekerjaan maskapai penerbangan.

“Kami mendesak kongres untuk memperpanjang program bantuan upah, agar kami dapat terus mendukung pekerja industri penerbangan saat ekonomi dibuka kembali dan agar kami bisa melanjutkan langkah menuju pemulihan," ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dikutip dari Reuters pada Rabu (30/9/2020).

Maskapai penerbangan dan serikat pekerja masih terus berupaya melobi kongres untuk memberikan bailout baru sebesar 25 miliar dolar AS. Mereka berharap masih ada bantuan yang membuat pekerja tetap digaji selama enam bulan ke depan meskipun setelahnya belum ada kepastian kenaikan trafik perjalanan.

Sebelumnya, maskapai penerbangan AS telah menerima 25 miliar dolar AS sejak Maret di bawah UU Bantuan dan Keamanan Ekonomi Akibat Virus Corona (CARES Act), terutama dalam bentuk hibah. Namun bantuan itu masih belum cukup untuk mengatasi dampak krisis.

CEO Asosiasi Maskapai untuk Amerika (Airlines for America/A4A) Nick Calio mengatakan operator sangat berharap kongres dapat bertindak cepat untuk menyelamatkan industri penerbangan sebelum 1 Oktober. Sementara dewan perwakilan Demokrat enggan mendukung program yang hanya untuk maskapai penerbangan. Pihaknya lebih menginginkan bantuan 2,2 triliun dolar AS kepada sektor yang lebih terdampak corona.   

Editor : Ranto Rajagukguk