Baru 57 Persen, Pembebasan Lahan Bendungan Karian Perlu Dipercepat
LEBAK, iNews.id - Pembebasan lahan Bendungan Karian yang berlokasi di Rangkasbitung, Lebak, Banten berjalan lambat. Hingga saat ini, lahan yang dibebaskan baru 57,06 persen dari total yang dibutuhkan sebanyak 2.226 hektare.
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae menyebut, fungsi Bendungan Karian sangat strategis untuk mengurangi banjir di Jakarta bagian barat dan Banten. Bendungan ini bahkan berkontribusi pada pengurangan banjir di Banten pada awal tahun ini.
Ridwan mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu hampir membuat Banten, khususnya Kabupaten Lebak, tenggelam. Untung saja, kata dia, ada Bendungan Karian yang meski belum kelar bisa mengatasi banjir tersebut,
"Sekarang yang penting bagaimana semua bekerja sama agar bendungan ini bisa diselesaikan dan dapat dirasakan manfaatnya," kata Ridwan saat berkunjung ke Lebak, Kamis (20/2/2020).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian (C3) Tris Ratditian mengatakan, Bendungan Karian memang mampu mengurangi dampak banjir meski belum selesai, terutama di aliran hilir Sungai Ciberang.
"Elevasi muka air banjir yang terjadi di lokasi pembangunan Bendungan Karian (upstream coverdam) adalah +38,5 meter, sedangkan elevasi upstream coverdam eksisting +39,00 meter, sehingga mampu mencegah dampak banjir yang meluas ke daerah hilir,” kata Tris.
Tris menambahkan, apabila bendungan selesai, maka bisa mengendalikan banjir di area strategis seperti jalan tol Jakarta-Merak dan Kawasan Industri Cikande. Pasalnya, bendungan ini mempunyai kapasitas tampungan banjir hingga 60,8 juta m3.
Saat ini, progres konstruksi pembangunan Bendungan Karian mencapai 58 persen. Total kapasitas tampungan bendungan ini sekitar 314,7 m3 dengan luas genangan maksimum 1.740 hektare.
Selain bisa menahan banjir, bendungan tersebut bisa digunakan untuk irigasi dan air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri di Banten dan Jakarta dengan layanan lebih dari 5 juta jiwa. Tak hanya itu, bendungan ini akan disertai pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) 1,8 megawatt dan wisata air.
Pembangunan Bendungan Karian telah dimulai sejak Oktober 2015. Nilai proyek mencapai Rp1,3 triliun dan dikerjakan oleh Joint Operation (JO) Daelim Industrial Co, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Editor: Rahmat Fiansyah