Berangus Illegal Fishing, Stok Ikan di 2017 Capai 7,3 Juta Ton
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sepanjang 2017 telah menahan 132 kapal karena telah terbukti melakukan illegal fishing. Penangkapan itu tidak hanya kapal berbendera asing, tapi kapal dari Indonesia turut diproses.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Syarief Widjaja mengatakan, adanya penangkapan ini membuat stok ikan pada 2017 bertambah 7,3 juta ton.
"Jika me-review outlook, tahun 2016 kita mencapai 6,3 juta ton, 2017 meningkat cukup baik yaitu 7,63 juta ton," kata Syarief di Gedung Bahari Mina IV, Jakarta, Kamis (11/1/2018).
KKP berusaha menggenjot kinerja dengan memberikan sarana dan prasarana kepada nelayan sehingga di tahun ini stok ikan bertambah menjadi 9,45 juta ton. "Kita kan berikan dalam bentuk kapal, dalam bentuk alat tangkap, dan sebagainya," ujardia.
Syarief menyebut, selama periode 2016-2017 telah terjadi penambahan signifikan adanya penangkapan kapal illegal fishing. Selain mendorong stok, pasar ikan dinilai makin bergairah didukung dengan harga yang baik sehingga para nelayan pun makin bersemangat untuk bekerja.
"Dan saya sangat bahagia, dalam satu tahun saja 2016 sampai 2017 ini, terjadi peningkatan yang sangat signifikan, hampir 1,4 juta ton. Praktis 25 sampai 35 persen penambahannya," katanya.
Di samping itu, KKP memastikan, sebanyak 537 pelabuhan dapat beroperasional dengan baik serta memberikan pelayanan yang bagus. "Dengan begitu, mereka mampu mendatangkan ikannya dan mereka yakin pasti ada yang menampung," ujarnya.
KKP yakin adanya upaya-upaya tersebut akan mendukung peningkatan konsumsi ikan nasional. Pada tahun 2017, konsumsi ikan nasional mencapai 43 kilogram per orang per tahun. Bahkan pihaknya berharap, pada tahun ini bisa bertambah untuk meningkatkan ekspor produksi perikanan.
"Dengan begitu, kami bisa meyakinkan bahwa konsumsi ikan nasional kita yang saat 2017 mencapai 43 kilogram per orang per tahun, bisa meningkat 47 kilogram per orang per tahun 2018. Kalau konsumsi nasional sudah terpenuhi, otomatis ekspor kita akan terdorong," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk