Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Thomas Djiwandono Sowan ke Bos BI usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur
Advertisement . Scroll to see content

BI dan The Fed New York Bahas Dinamika Ekonomi Global

Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:36:00 WIB
BI dan The Fed New York Bahas Dinamika Ekonomi Global
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Bank Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dinamika perekonomian global, khususnya normalisasi kebijakan ekonomi negara maju, turut membawa dampak pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk itu, bank sentral di berbagai negara perlu melakukan respons kebijakan yang tepat dengan saling berkoordinasi, komunikasi, dan kerja sama.

Demikian topik yang mengemuka dalam Central Banking Forum 2018 yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve Bank of New York (Fed NY) hari ini (10/10/2018) di Bali. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Presiden Fed NY John Williams menyampaikan, ekonomi Amerika Serikat (AS) saat ini berada dalam keadaan sangat positif. Hal tersebut diindikasikan dari tingkat pengangguran dan inflasi yang rendah, prospek pertumbuhan yang baik dan diperkirakan masih akan berlanjut.

Dengan keadaan ekonomi yang baik tersebut, otoritas AS pun melakukan normalisasi kebijakan, dengan menaikkan suku bunga bank sentral dan normalisasi neraca (balance sheet). Meskipun demikian, disadari bahwa dengan saling terhubungnya ekonomi dunia, kebijakan AS dapat berpengaruh ke ekonomi global, dan pada gilirannya dapat kembali memengaruhi ekonomi AS.

“Dua hal penting yang ditekankan adalah bahwa normalisasi AS akan dilakukan secara bertahap, serta bahwa AS akan terus melakukan komunikasi transparan. Kedua hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak global spillover,” kata dia,

Sejalan dengan itu, Gubernur BI Perry Warjiyo, menjelaskan mengenai bagaimana Indonesia menyikapi kebijakan bank sentral AS dan kondisi ekonomi global. Saat ini, ekonomi Indonesia masih stabil dan berdaya tahan, antara lain tercermin dari pertumbuhan dan inflasi yang baik, serta stabilitas sistem keuangan yang terjaga. “Namun, dengan ekonomi domestik yang terjaga Indonesia tetap harus memperhatikan pengaruh ekonomi global,” tutur Perry.

Untuk itu, skenario kebijakan yang dilakukan BI adalah memastikan daya saing pasar keuangan Indonesia agar tetap menarik, dan agar defisit transaksi berjalan tetap terjaga. BI juga selalu hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pendalaman pasar keuangan juga terus dipercepat, agar pasar keuangan Indonesia semakin prospektif.

Dalam usaha-usaha menjaga ekonomi Indonesia, BI tidak sendiri. Seluruh usaha tersebut dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait, baik Pemerintah, OJK, maupun lembaga lainnya. Selanjutnya, Gubernur BI juga menyatakan bahwa komunitas internasional dapat saling membantu.

Komunikasi yang baik dan jelas, termasuk dari AS, merupakan salah satu faktor kunci mengurangi ketidakpastian. Negara-negara ekonomi maju juga perlu senantiasa memahami dampak yang mungkin ditimbulkan kebijakannya bagi ekonomi global.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut