Bikin Macet, Proyek Kereta Cepat dan LRT Ditunda Sampai Lebaran
BEKASI, iNews.id - Kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) sudah cukup merisaukan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut kemacetan ini diakibatkan penumpukan pengerjaan beberapa proyek di sepanjang jalan tersebut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan memutuskan untuk menunda pembangunan beberapa proyek hingga Lebaran tahun depan. Misalnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.
"Yang kereta cepat bisa ditunda dan juga LRT kan selesainya 2019. Setelah Lebaran baru dia kerja. KCIC dan LRT ditunda sampai lebaran atau Juni," ujarnya di Apartemen Gran Dhika, Bekasi, Selasa (20/11/2018).
Oleh karenanya, pihaknya meminta para stakeholder yang melakukan kegiatan konstruksi di sekitar jalan tol Japek untuk menyadari bahwa pembangunan proyeknya mengakibatkan kemacetan. "KCIC jangan berkegiatan di sini dulu di tempat yang lain, LRT juga ada satu kegiatan di kilometer 14 di Kali Bekasi saya minta untuk ditunda beberapa bulan ke depan," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) untuk mengevaluasi kegiatan proyek milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk. "Kami juga akan mengevaluasi kegiatan waskita karya interchance di kilometer 24. Jadi saya minta BPTJ untuk evaluasi, undang rapat apa yang dilakukan, boleh konstruksi tapi jangan mengganggu lalu lintas," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengatakan, sepanjang tol Japek ada beberapa proyek yang saling bertumpuk sehingga diperlukan prioritas agar kemacetan berkurang. Pasalnya, pembangunan proyek-proyek ini tidak dapat dilakukan bersamaan
"Di Cikunir semua crossing di sana elevated, LRT (Light Rail Transit), kereta cepat. Oleh karenanya semua harus saling tunggu tidak bisa semua kerja bareng. Kemenhub bisa prioritaskan mana yang harus diselesaikan lebih dulu tidak bisa semuanya," tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk