Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi
Advertisement . Scroll to see content

BPS: Inflasi 2018 Capai 3,13 Persen, Desember 0,62 Persen

Rabu, 02 Januari 2019 - 11:29:00 WIB
BPS: Inflasi 2018 Capai 3,13 Persen, Desember 0,62 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Desember 2018 mencapai angka 0,62 persen month-to-month (mtm). (Foto: iNews.id/Rully Ramli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Desember 2018 mencapai angka 0,62 persen month-to-month (mtm). Dengan begitu, inflasi sepanjang tahun 2018 sebesar 3,13 persen secara year on year (yoy).

Angka inflasi bulan Desember 2018 ini lebih rendah dibandingkan Desember 2017 yang mencapai 0,71 persen. Adapun inflasi tahunan 2018 juga lebih rendah dari tahun lalu yang tercatat di angka 3,61 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dengan angka inflasi tahunan tersebut, maka inflasi berhasil ditekan di bawah target dalam Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 3,5 persen.

"Dengan target 3,5 persen, berarti berada dibawah target. Ini suatu capaian yang menggemberikan," kata Suhariyanto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Ia menambah, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pada Desember merupakan hal yang biasa, mengingat adanya hari libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini membuat Desember menjadi bulan yang sibuk.

Berdasarkan angka inflasi tersebut, dari 82 kota di Indonesia, 80 kota mengalami inflasi, dan hanya dua kota yang mengalami deflasi.

"Inflasi yang paling tinggi itu Kupang, dengan angka 2,9 persen. Penyebab utamanya, angkutan udara, harga tiket naik. Lalu inflasi yang paling rendah Banda Aceh, 0,02 persen," ujarnya.

Sementara itu, Sorong menjadi kota yang mengalami deflasi tertinggi, dengan angka 0,15 persen. Lalu Kendari dengan angka 0,09 persen. Bahan makanan menjadi kelompok dengan sektor dengan inflasi tertinggi pada Desember 2018, dengan angka 1,45 persen dengan andil 0,29 persen.

"Kemudian disusul makanan dan minuman dengan inflasi 0,22 persen, dengan andil 0,04 persen," ujar pria yang akrab disapa Kecuk itu.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara sebelumnya mengatakan, akan terjadi inflasi pada periode ini meski tidak terlalu tinggi. Pasalnya, pada periode ini terdapat Natal dan Tahun Baru.

"Inflasi di bulan Desember 2018 diperkirakan berkisar 0,35-0,55 persen (mtm) lebih tinggi dari November 0,27 persen tapi lebih rendah dari inflasi Desember 2017 0,71 persen," ujarnya kepada iNews.id, Selasa (1/1/2019).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut