Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi
Advertisement . Scroll to see content

BPS: Neraca Perdagangan Juni 2020 Surplus 1,27 Miliar Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2020 - 12:14:00 WIB
BPS: Neraca Perdagangan Juni 2020 Surplus 1,27 Miliar Dolar AS
Kepala BPS, Suhariyanto. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neracara perdagangan Juni 2020 mencatatkan surplus 1,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Surplus tersebut seiring jumlah ekspor yang lebih besar dari impor.

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan, nilai ekspor Indonesia Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS atau meningkat 15,09 persen dibanding ekspor Mei 2020. Demikian juga dibanding Juni 2019 meningkat 2,28 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2020 mencapai 76,41 miliar dolar AS atau menurun 5,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai 72,43 miliar dolar AS atau menurun 3,60 persen.

"Pertumbuhan ekspor selama Juni menggembirakan. Diharapkan geliat ekspor yang positif akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya," ujar Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, Suhariyanto memerinci, nilai impor Indonesia Juni 2020 mencapai 10,76 miliar dolar AS atau naik 27,56 persen dibandingkan Mei 2020. Namun, dibandingkan Juni 2019 turun 6,36 persen.

Hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor minyak dan gas bumi (migas) dan nonmigas masing-masing 19,6 juta dolar AS (2,98 persen) dan 2,30 miliar dolar AS (29,64 persen). 

Lebih lanjut, peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor hasil minyak sebesar 122,5 juta dolar AS (37,10 persen). Sementara nilai impor minyak mentah dan gas turun masing-masing 83,8 juta dolar AS (70,01 persen) dan 19,1 juta dolar AS (9,20 persen).

Nilai impor kumulatif Januari–Juni 2020 tercatat 70,90 miliar dolar AS atau turun 11,81 miliar dolar AS (14,28 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 3,36 miliar dolar AS (30,87 persen) dan 8,44 miliar (11,76 persen). 

“Lebih lanjut, penurunan nilai impor migas disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah 699,2 juta dolar AS (26,09 persen) dan hasil minyak 2,70 miliar dolar AS (39,31 persen). Namun demikian, impor gas naik 45,6 juta dolar AS (3,45 persen)," ujar dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut