Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bapanas Temukan Minyakita Dijual di Atas HET, Satgas Pangan Turun Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Budi Waseso Tanggapi Data Impor Beras BPS 2020: Itu Beras Khusus

Senin, 29 Maret 2021 - 16:16:00 WIB
Budi Waseso Tanggapi Data Impor Beras BPS 2020: Itu Beras Khusus
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklarifikasi impor beras yang masuk ke Indonesia sejak 2020 lalu. Keberadaan beras produksi perusahaan asing itu disebut sebagai beras khusus. 

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyebut, beras khusus tersebut tidak diimpor pemerintah, namun oleh perusahaan swasta. Beras itu diperuntukkan bagi kepentingan atau kebutuhan bisnis swasta. 

"Memang Bulog selama tiga tahun ini tidak pernah impor. Toh kalau memang ada evaluasi dari data BPS (Badan Pusat Statistik), kalau ada beras masuk, itu adalah beras khusus. Untuk rekan-rekan pahami, beras khusus ini ada untuk kebutuhan khusus di antaranya praja monica. Itu hanya untuk kepentingan khusus, untuk kebutuhan restoran yang bersifat khusus, jadi bukan Bulog yang impor, tapi itu swasta," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Baru-baru ini, BPS merilis adanya impor beras sebanyak 356.286 ton. Impor tersebut dilakukan sejak Januari-Desember 2020. Dari data tersebut, impor paling banyak berasal dari Pakistan yakni sebesar 110.516 ton atau senilai 41,51 juta dolar AS.

Kedua, impor beras asal Vietnam dengan total sebanyak 88.716 ton atau setara 51,1 juta dolar AS. Angka ini tergolong lebih mahal dibandingkan Pakistan.

Ketiga, Thailand dengan jumlah impor mencapai 88.593 ton. Angka itu setara dengan 76,3 juta dolar AS atau lebih mahal dari beras impor asal Vietnam. 

Sedangkan impor beras lainnya berasal dari sejumlah negara seperti Myanmar dan India. Secara kumulatif, nilai impor beras sepanjang 2020 mencapai 195,4 juta dolar AS. 

"Seperti apa yang disampaikan Pak Presiden (Jokowi), kita bahwa beliau kemarin menyampaikan bahwa selama tiga tahun ini kita tidak pernah impor," tutur Buwas sapaan akrab Budi. 

Sebelumnya, Buwas menegaskan, selama tiga tahun menjabat sebagai Dirut Bulog, persoalan yang ada di internal perusahaan pelat merah itu cukup tertangani. Salah satunya perihal impor beras. 

Penanganan impor beras sendiri didasari pada produksi petani yang diyakini mampu memenuhi kebutuhan atau cadangan beras pemerintah (CBP).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut