Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kementerian PU Dapat Anggaran Rp118,5 Triliun di 2026, Fokus Perkuat Irigasi dan Konektivitas
Advertisement . Scroll to see content

CIMB Niaga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Sulit Tembus 5 Persen

Rabu, 28 November 2018 - 12:18:00 WIB
CIMB Niaga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Sulit Tembus 5 Persen
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Adrian Panggabean. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan sulit menembus angka 5 persen. Bank asal Malaysia itu menyebut, ekonomi RI hanya akan mentok 4,9 persen tahun depan.

Chief Economist Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, ekonomi Indonesia akan mengalami banyak tantangan tahun depan, sehingga akan menekan laju produk domestik bruto (PDB). Tantangan datang tidak hanya dari eksternal, namun juga internal.

"Dari sisi global, tantangan yang akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari prospek berlanjutnya normalisasi suku bunga acuan FFR sebanyak dua sampai tiga kali," kata Adrian dalam sebuah diskusi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Menurut dia, langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan akan membuat Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRR) ke level 6,50-6,75 persen. Saat ini, suku bunga BI 7DRR berada di level 6 persen.

Selain itu, tantangan juga datang dari ketidakpastian pasar minyak. Adrian memperkirakan, harga minyak akan kembali tidak stabil pada tahun depan disebabkan ketidakpastian geopolitik, terutama di Timur Tengah.

"Selain itu juga, kondisi China saat ini menunjukan adanya perlambatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada China," kata dia.

Dari internal, Adrian menambahkan, APBN 2019 tidak terlalu ekspansi. Hal ini membuat perannya sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi tidak terlalu signifikan. "Ini konsekuensi dari rendahnya nisbah pajak atau tax ratio kita," kata Adrian.

Menurut Adrian, pemerintah dan BI harus melakukan terobosan dalam mendorong laju ekonomi tahun depan. Apalagi, kebijakan moneter, khususnya suku bunga mengarah pada pengetatan. BI diharapkan bisa lebih kreatif mengutak-atik kebijakan makroprudensial.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut