Darurat Corona, Jokowi Alokasikan Rp4,8 Triliun untuk Bantu Penyaluran Sembako
JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan telah mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan penyebaran virus corona. Namun demikian, Jokowi berpesan kepada pemerintah daerah untuk juga tetap memperhatikan ketersediaan bahan pokok untuk warga di tiap daerah masing-masing.
“Kami ingatkan daerah melihat betul ketersediaan bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat. Tiap kegiatan yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota tolong diarahkan agar itu semua bisa jadi program padat karya tunai. Ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference yang ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2020).
Selain itu, Jokowi juga menyatakan pemerintah siap mendukung penyaluran sembako ke masyarakat. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya alokasi anggaran khusus sebesar Rp4,5 triliun untuk membantu penyaluran sembako ke masyarakat.
“Sebentar lagi kita akan keluarkan kebijakan untuk penerima kartu sembako, selama enam bulan mendatang akan kita tambah Rp50.000, sehingga diterima Rp200.000 per keluarga penerima manfaat. Anggaran yang kita siapkan Rp4,5 triliun,” ujar Jokowi.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperhatikan situasi terkini dari kalangan buruh hingga pekerja harian seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro dan kecil di daerah masing-masing. Jokowi berpandangan mereka memiliki kondisi yang cukup rentang di tengah penyebaran virus corona.
“Kita usahakan agar daya belinya dapat terjaga dan bisa tetap beraktivitas dalam produksi,” ujar Jokowi.
Jokowi juga memastikan pelaksanaan program Kartu Prakerja segera dimulai. Jokowi menyebutkan pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp10 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Ini kita pakai untuk antisipasi para pekerja yang terkena PHK, pekerja harian yang kehilangan penghasilan, dan pengusaha mikro yang kehilangan pasar atau omset. Alokasi anggaran yang kita siapkan Rp10 triliun. Provinsi bisa mendukung ini, siapa yang perlu diberi mulai didata dengan baik,” ujar Jokowi.
Editor: Ranto Rajagukguk