Di Depan Kiai NU, Erick Thohir: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:03 WIB
Di Depan Kiai NU, Erick Thohir: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Meski minus 5,3 persen pada kuartal II, Erick Thohir sebut pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik daripada beberapa negara lain. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir kembali menyampaikan sikap optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kali ini, Erick menyampaikan sikap itu di hadapan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Erick menyebutkan, pertumbuhan ekonomi China dan Korea Selatan (Korsel) cukup baik pada kuartal II tahun ini daripada Indonesia. Di mana, Korea Selatan minus 2,9 dan China tumbuh positif 3,2 persen, sementara Indonesia minus 5,3 persen.

Meski negatif 5,3 persen pada kuartal II, lanjut Erick, pertumbuhan ekonomi dalam negeri jauh lebih baik daripada beberapa negara lain. "Tentu ini ridho Allah yang luar biasa, karena kita punya penduduk banyak, sumber daya alam yang luar biasa, sehingga kalau kita lihat dibandingkan negara lain, kita masih alhamdulillah lebih baik," kata Erick, Rabu, (12/8/2020).

Adapun negara yang pertumbuhan ekonominya anjlok di bawah Indonesia pada kuartal II adalah, Amerika Serikat tumbuh minus 9,5 persen, Jerman minus 11,7 persen, Singapura minus 12,6 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen, Portugal minus 16,5 persen, Italia minus 17,3 persen, Meksiko minus 18,9 persen, Prancis 19 persen dan Spanyol 22,1 persen.

"Kalau kita lihat kondisi Covid-19 ini lihat situasi seluruh negara tidak siap, baik secara kesehatan dan ekonominya. Tetapi kita lihat Indonesia jahu lebih baik, bukan berarti kita membela diri, jika kita yang terbaik sebagai bangsa, tentu ini ridho Allah yang sangat luar biasa," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suharyanto mengatakan BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 kontraksi minus 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak periode 1999 atau ketika Indonesia krisis finansial Asia. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2020 tercatat mencapai 2,97 persen atau mulai menunjukkan perlambatan akibat Covid-19.

Editor : Dani Dahwilani