Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Umumkan Anggota Dewan Perdamaian Gaza, Ajak Presiden Erdogan dan Al Sisi
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah Ancaman Resesi, Erdogan Minta Rakyat Turki Bersatu

Minggu, 26 Agustus 2018 - 12:35:00 WIB
Di Tengah Ancaman Resesi, Erdogan Minta Rakyat Turki Bersatu
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP/Ozan Kose)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan meminta rakyat Turki bersatu menghadapi serangan ekonomi terhadap negaranya.

Turki saat ini tengah dilanda krisis setelah mata uangnya, lira anjlok sekitar 40 persen tahun ini menyusulnya langkah Erdogan yang bersikeras melawan kebijakan pengetatan moneter bank sentral dan meningkatnya ketegangan antara Turki dan AS.

Erdogan menuding anjloknya nilai lira sebagai akibat dari “perang ekonomi” dan menuduh Washington membidik Turki dengan memanfaatkan kasus Andrew Brunson, pastor asal AS yang ditangkap karena diduga terlibat dengan kelompok teroris.

Seruan Erdogan supaya rakyat Turki bersatu itu merupakan yang pertama kalinya disampaikan saat negara tersebut memasuki krisis.

Dalam dua kesempatan yang terpisah yakni peringatan Perang Manzikert 1071 dan Hari Kemenangan Turki, Erdogan menyatakan, bersatunya rakyat Turki akan membawa kemenangan di tengah serangan terhadap kemerdekaan ekonomi dan politik Turki.

“Saat kita menghadang serangan terhadap ekonomi Turki akhir-akhir ini, senjata terbesar kita adalah komitmen dan tekad yang kuat dari setiap anggota masyarakat untuk berjuanga mempertahankan kemerdekaan, bangsa, dan masa depan,” kata Erdogan, dikutip dari Reuters, Minggu (26/8/2018).

Situasi krisis yang dialami Turki ini dikonfirmasi oleh tiga lembaga pemeringkat internasional. Standard & Poor’s memperkirakan Turki akan memasuki resesi ekonomi sementara Moody’s menyebut, institusi Turki membuat kebijakan yang sulit diprediksi.

Adapun Fitch menyebut, respons bank sentral terhadap kejatuhan lira dan tekanan dari Erdogan tak sesuai pakem pengetatan moneter. Hal ini membuat situasi semakin sulit untuk terciptanya stabilitas dan keberlanjutan ekonomi di Turki.

Mantan Wali Kota Istanbul itu merespons, krisis mata uang yang melanda Turki saat ini tak ubahnya sebagai serangan negara lain terhadap Turki. Dia juga beberapa kali meminta rakyatnya berdoa sekaligus menukar emas dan dolar AS-nya ke lira. Dia optimistis Turki dapat melewati cobaan krisis tersebut. 

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut