Distribusi Terganggu, Bawang Merah dan Gula Masih Mahal

Djairan ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 18:48 WIB
Distribusi Terganggu, Bawang Merah dan Gula Masih Mahal

Gula pasir eceran di Probolinggo, Jatim. (Foto: iNews/Hana Purwani)

JAKARTA, iNews.id - Harga bawang merah masih tinggi di pasaran. Saat ini, komoditas pangan tersebut dibanderol di atas Rp50.000 per kilogram (kg) lebih mahal dibandingkan harga normal di kisaran Rp30.000 per kg.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan, hal tersebut diakibatkan proses distribusi antarprovinsi yang tidak lancar. Tak hanya bawang merah, harga gula pasir juga masih mahal, yakni Rp17.000 per kg, sedangkan normalnya Rp12.500 per kg.

"Kami berusaha mengatasi masalah distribusi yang tidak lancar ini," ujar  Agung pada diskusi publik via online Kamis (14/5/2020).

Tak hanya perihal distribusi, kenaikan harga komoditas seperti gula juga diakibatkan oleh kelangkaan pasokan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey menyebutkan, pasokan gula sudah mulai langka sejak akhir tahun lalu, diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.

“Saat ini pun impor gula tak dimungkinkan. China yang kerap mengekspor gula sedang lockdown, sehingga hanya satu dari enam pelabuhan mereka yang beroperasi, itu juga terjadi di India dan Australia,” kata Roy.

Dari pemetaan yang dilakukan Aprindo, Roy menyebut, ada beberapa produsen swasta di dalam negeri yang membuat gula. Namun, harga yang ditawarkan mereka di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini turut membuat harga di tingkat konsumen ikut naik.    

Editor : Ranto Rajagukguk