Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keppres Terbit, Adies Kadir Segera Dilantik Prabowo Jadi Hakim MK
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Ekonomi Tumbuh 2 Digit, Ini Strategi yang Ditawarkan Prabowo Subianto

Kamis, 26 September 2019 - 17:38:00 WIB
Dorong Ekonomi Tumbuh 2 Digit, Ini Strategi yang Ditawarkan Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tetap fokus menyoroti masalah-masalah ekonomi yang menghambat pembangunan nasional. Prabowo mengatakan, Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam, sehingga seharusnya ekonomi bisa tumbuh dua digit.

"Pertama, negara ini terjebak dalam berbagai permasalahan ekonomi, di antaranya adalah PDB per kapita yang stagnan di angka 3.000 dolar AS dan tingkat pengangguran yang tinggi," kata Prabowo dalam simposium di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/9/2019).

Simposium tersebut mengambil tema 'Strategi Dorongan Besar Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Energi Dalam Rangka Menciptakan Pertumbuhan Ekonomi Dua Digit'. Acara ini diselenggarakan Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (IKS UKRI).

Kedua, Prabowo menjelaskan, impor minyak mentah dan BBM yang menghabiskan devisa hingga 20 miliar dolar AS per tahun yang terus menerus membebani APBN. Ketiga, impor pangan seperti gandum, beras, dan jagung yang menghabiskan 5 miliar dolar AS per tahun.

"Keempat, defisit neraca perdagangan yang telah mencapai 8 miliar dolar AS di tahun 2018, dan kelima, kebutuhan pertumbuhan ekonomi double-digit yang tidak pernah tercapai," tuturnya.

Untuk mengatasi kelima masalah tersebut, Prabowo merancang strategi yang diberi nama 'Strategi Dorongan Besar Kita'. Target-target yang akan dicapai lewat strategi ini di antaranya swasembada pangan seperti gandum, beras dan jagung dalam dua tahun serta swasembada energi dalam tiga tahun.

"Menghentikan impor pangan dan bahan bakar minyak yang menghemat 25 miliar dolar AS per tahun, menciptakan 28 juta lapangan kerja baru dalam tiga tahun, dan menambah pendapatan dari ekspor beras dan jagung sebesar 12,5 miliar per tahun, serta pertumbuhan ekonomi sampai 15 persen, karena perputaran ekonomi dalam negeri mencapai 150 miliar dolar AS per tahun," kata dia.

Dalam jangka pendek, Prabowo menerangkan langkah-langkah yang harus segera dilaksanakan di antaranya konversi 8 juta hektare (ha) tanah terlantar menjadi lahan pertanian produktif dan konversi 6 juta ha tanah terlantar menjadi hutan bioenergi.

"Jika kebutuhan per hektar untuk konversi lahan tersebut adalah 3000 dolar AS, maka total diperlukan 42 miliar dolar AS," ucap Prabowo.

Untuk mengeksekusi program-program ini, kata Prabowo, negara perlu membentuk task force dorongan besar yang setidaknya terdiri dari Bulog dan Pertamina serta kementerian terkait di samping dukungan tanah negara dan APBN.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut