Efek Penenggelaman, Menteri Susi : 10.000 Kapal Pencuri Ikan Pergi dari Laut RI

Apreyvita Wulansari ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 14:45 WIB
Efek Penenggelaman, Menteri Susi : 10.000 Kapal Pencuri Ikan Pergi dari Laut RI

Menteri Susi Pudjiastuti memimpin penenggelaman kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (11/5/2019). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan, aksi penenggelaman kapal ilegal berdampak positif bagi Indonesia. Selama ini, banyak kapal ilegal, terutama asing, yang seenaknya mencuri ikan di Tanah Air.

"Dengan adanya penenggelaman, 10.000 kapal hilang dari Indonesia, tanpa gembar-gembor dan caci maki, selesai permasalahan selama ini," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Sabtu (11/5/2019).

Menteri Susi mengungkapkan, kebijakan ini bukannya tidak berisiko. Pada tahun 2017, kata dia, empat petugas kapal patroli meninggal dunia saat membawa kapal ilegal dari Filipina.

Namun, kebijakan ini membuat sektor kelautan dan perikanan RI berjaya. Menteri Susi menyebut, ekspor perikanan Indonesia ke Eropa kini menempati posisi kedua sementara produksi di ASEAN menjadi juara.

"Ikan yang ditangkap juga lebih besar ukurannya dan nilai tukar nelayan naik 10 persen dalam empat tahun terakhir ini. Jadi sudah terbukti secara ekonomi, bahwa ini sangat menguntungkan," ujar dia.

Hari ini, Menteri Susi kembali memimpin komando penenggelaman kapal ilegal asing yaitu 3 kapal Malaysia yang ditangkap di Belawan dan 12 kapal Vietnam ditangkap di Natuna dan Pontianak. Dalam aksi itu, sejumlah duta besar ikut hadir yaitu Armenia, Polandia, dan Swedia.

Penenggelaman kapal ini, kata Menteri Susi, merupakan upaya pemusnahan barang bukti kapal ikan ilegal asing. Sejak menjabat sebagai menteri, dia telah menenggelamkan 513 kapal pencuri ikan di Indonesia.


Editor : Rahmat Fiansyah