Ekonom Bank Mandiri: Sebelum Bentuk Satgas Ekonomi, Perbaiki Data Penerima Bansos

Djairan ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 15:03 WIB
Ekonom Bank Mandiri: Sebelum Bentuk Satgas Ekonomi, Perbaiki Data Penerima Bansos

Ilustrasi bantuan sosial (bansos). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Perekonomian makin terpukul akibat pandemi Covid-19 yang terus berlangsung. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat turunya nilai konsumsi rumah tangga, berujung kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 yang hanya 2,97 persen.

Khawatir akan aktivitas perekonomian yang semakin menurun, serta diprediksi akan pulih dalam waktu yang lama, berbagai pihak mengusulkan dibentuknya satuan tugas (Satgas) penanganan ekonomi di tengah pandemi virus corona. Satgas tersebut akan bertanggung jawab kepada Presiden dalam menangani kebijakan perekonomian, termasuk penanganan bantuan sosial (bansos).

Ekonom Senior Bank Mandiri Dendi Ramdani menilai, sebelum membentuk organisasi baru tersebut perlu adanya perbaikan data yang belum terintegrasi.

“Data di kita masih agak berantakan ya, seperti bansos (bantuan sosial) sekarang, itu kan dasarnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), cuma memang perlu di-update. Sebelum kita bentuk Satgas seperti yang diusulkan teman-teman dari Hipmi, kita perbaiki dulu data yang belum terintegrasi ini,” ujar Dendi saat diskusi publik via online, Sabtu (16/5/2020).

Dendi menilai, pendataan terhadap masyarakat miskin yang layak mendapatkan bansos harus dikumpulkan dengan baik dari petugas di RT, RW serta kelurahan/desa. Pasalnya, melakukan pemetaan terhadap masyarakat miskin masih sangat sulit. 

Ditambah dengan pandemi corona yang membuat jumlah tersebut bertambah.“Angka kemiskinan sekarang makin bertambah, jadi usulannya itu harus dari bawah, harus bottom up. Karena identifikasi orang miskin di Indonesia ini sulit,” kata dia.

Hingga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus meminta pemerintah daerah memperbaharui data penerima bansos. Pasalnya, masih ada masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19, namun belum menerima bantuan.    

Editor : Ranto Rajagukguk