Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Kagum Timnas Futsal Indonesia Runner Up Piala Asia 2026, Soroti Kerja Keras dan Manajemen
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Bakal Gabungkan PTPN dengan Bulog dan RNI

Jumat, 22 Mei 2020 - 07:00:00 WIB
Erick Thohir Bakal Gabungkan PTPN dengan Bulog dan RNI
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menggabungkan PTPN, Perum Bulog dan RNI dalam klaster pangan. Hal ini untuk mendorong terbentuknya rantai industri pangan yang terkonsolidasi di BUMN.

"Saat ini, BUMN sedang menyiapkan roadmap untuk industri pangan di BUMN. Dengan penggabungan PTPN, Bulog dan RNI dalam klaster pangan," ujar Erick dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Erick menjelaskan, saat ini BUMN memiliki 130.000 hektare tanah di bawah PTPN. Selain itu, ada 140.000 lahan yang dimiliki oleh rakyat yang dikelola BUMN seharusnya dapat untuk menyeimbangkan kebutuhan 3,5 juta ton gula di Indonesia, yang mana 36 persen di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800.000-900.000 ton dari impor.

"Dengan penggabungan klaster pangan ini, kami yakin BUMN dapat mengurangi impor dan ke depannya bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045," kata Erick.

Erick mengatakan, sama seperti industri kesehatan, impor menjadi masalah krusial di industri pangan.

"Kita masih bergantung pada asing, hal ini perlu direformasi untuk memastikan ketahanan pangan di Indonesia," ujarnya.

Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, Erick melakukan sidak ke Komplek Pergudangan Bulog di Gedebage, Bandung, Jawa Barat untuk mengantisipasi jelang perayaan Idul Fitri.

Dalam kunjungannya, Erick didampingi Direktur Operasional Bulog, Tri Wahyudi Saleh beserta Kepala Dinas Industri Perdagangan dan Provinsi Jawa Barat, M Arifin Soedjayana.

Direktur Operasional Bulog, Tri Wahyudi Saleh menyampaikan, stok gula dan beras di Jawa Barat dalam kondisi aman.

"Stokberas dan gula di Kantor Wilayah Jawa Barat dapat dipastikan aman dapat memenuhi kebutuhan. Untuk stock gula di Jawa Barat adalah 1.853 ton, sedangkan beras 227.997 tom," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tri Wahyudi mengklarifikasi mengenai penyebab tingginya harga gula di pasar. Tingginya harga gula di pasar bukan disebabkan tidak lancarnya distribusi, namun hal ini disebabkan karena telatnya kedatangan impor gula.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut