Gabungkan BUMN Penerbangan dan Pariwisata, Erick Thohir: Ada Nilai Kompetitif
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan perusahaan pelat merah sektor penerbangan dan pariwisata. Hal itu merupakan salah satu persiapan sebelum memasuki era adaptasi kebiasaan baru.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pandemi Covid-19 memaksa adanya sebuah perubahan pada perusahaan pelat merah. Dia menyebut, dalam transformasi model bisnis, BUMN akan menjadi lokomotif ekonomi nasional.
Dengan begitu, penggabungan perusahaan pelat merah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut.
"Ini kita coba lakukan value chain, supply chain. Contoh kemarin saja misalnya dalam klaster yang sudah disetujui Bapak Presiden kita menggabungkan daripada industri turis dan pendukungnya. Angkasa Pura I dan II, Garuda, Citilink, Hotel Indonesia dengan kawasan wisata seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur bahkan Sarinah," ujar Erick dalam diskusi virtual, Minggu (16/8/2020).
Erick Thohir Targetkan Vaksinasi Massal Covid-19 pada Januari-Februari 2021
Dia melanjutkan, penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata dalam satu payung menjadi cara pemerintah dalam meningkatkan kemampuan bersaing dengan negara-negara tetangga, seperti Thailand.
"Bukan kita mau memonopoli. Tetapi bagaimana memudahkan service-nya, apalagi nanti didukung teknologi. Karena itu dengan sistem yang tadi kita coba gabungkan, akan ada nilai kompetitif yang lebih baik untuk bangsa kita bersaing dengan Thailand, Singapura, Malaysia dan lain lain," kata dia.
Pendiri grup bisnis Mahaka Group ini menuturkan, pemerintah juga berupaya membangun infrastruktur untuk menarik turis datang ke Indonesia. Salah satunya, pembangunan Tanjung Benoa, Bali, untuk mengembangkan pariwisata maritim.
"Seperti kemarin Labuan Benoa, karena kenapa? Bali sudah terkenal dengan turis daratnya, tapi bagaimana dengan maritimnya? Siapa tahu bisa menyambung dari Bali melalui Benoa bisa ke Labuan Bajo, Raja Ampat, bahkan ke Manado. Ini kita coba memanfaatkan itu," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk