Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Bisa Berkantor di IKN Tahun Ini, Basuki: Gedung Sudah Jadi Dilengkapi Furnitur
Advertisement . Scroll to see content

Gerakkan 140 Industri, Menteri Basuki Sebut Sektor Properti Berperan Pulihkan Ekonomi

Kamis, 27 Agustus 2020 - 23:26:00 WIB
Gerakkan 140 Industri, Menteri Basuki Sebut Sektor Properti Berperan Pulihkan Ekonomi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sektor properti berperan mendukung strategi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan sektor perumahan berperan besar mendukung strategi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sebab, properti memiliki multiplier effect menggerakkan banyak industri.

“Properti dapat menjadi salah satu leading sector, karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakkan lebih dari 140 industri ikutan, seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, sehingga akan mempengaruhi produktivitas masyarakat kita," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2020).

Menteri PUPR mengharapkan efek ganda dari pembangunan infrastruktur perumahan dapat mengakselerasi pertumbuhan sektor lain, sehingga mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Beberapa strategi telah dilaksanakan Kementerian PUPR dalam mendukung pemulihan ekonomi, di antaranya percepatan penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT) dengan target 100 persen pada September 2020.

“Kementerian PUPR sangat mendorong agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang layak. Salah satunya melalui program BSPS. Saat ini progres BSPS sudah mencapai 64,23 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada September mendatang,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Pada tahun anggaran 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk BSPS senilai Rp4,7 triliun dari total anggaran PKT sebesar Rp11,3 triliun. Anggaran ini digunakan untuk membedah 220.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 579 lokasi. Program BSPS ini diperkirakan dapat menyerap sebanyak 244.170 orang tenaga kerja.

Penyelesaian Program Sejuta Rumah tahun 2020 juga terus didorong dengan capaian hingga 24 Agustus 2020 sebanyak 264.457 unit rumah. Jumlah tersebut terdiri atas 212.743 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 51.714 unit rumah non-MBR.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut