Hindari PHK di Dunia Usaha, Singapura Beri Stimulus Rp160,25 Triliun

Djairan ยท Senin, 20 Juli 2020 - 18:22 WIB
Hindari PHK di Dunia Usaha, Singapura Beri Stimulus Rp160,25 Triliun

Pemerintah Singapura akan menggelontorkan lebih dari 15 miliar dolar Singapura ke pelaku usaha. (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat akan menggelontorkan lebih dari 15 miliar dolar Singapura (Rp160,25 triliun) kepada para pelaku usaha. Stimulus tersebut untuk mendukung biaya upah bagi karyawan lokal.

Melalui program Skema Dukungan Pekerjaan (JSS), pemerintah Singapura akan memberikan bantuan itu kepada para pelaku usaha yang tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya. Mulai 29 Juli nanti, lebih dari 4 miliar dolar Singapura (Rp42,7 triliun) akan dicairkan kepada 140.000 pelaku usaha dengan 1,9 juta karyawan lokal.

"Saya mendesak semua pengusaha untuk melakukan yang terbaik agar bisa mempertahankan staf, dan untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan karyawan selama periode ini," ujar Keat dalam keterangan resminya, dikutip dari Channel News Asia Senin (20/7/2020).

Untuk pembayaran pada Juli ini, pengusaha di sektor penerbangan dan pariwisata akan menerima dukungan 75 persen dari yang telah dianggarkan sebelumnya. Sedangkan mereka yang berada di layanan makanan, ritel, seni dan hiburan, transportasi darat serta sektor kelautan dan lepas pantai akan menerima 50 persen dukungan.

Sementara itu, pengusaha di sektor lainya akan menerima dukungan 25 persen dari yang telah direncanakan. Pelaku usaha juga akan menerima dukungan lainya, berupa biaya ganti upah yang telah dibayarkan kepada karyawan sejak bulan April 2020, di mana kebijakan lockdown mulai berdampak kepada semua bisnis saat itu.

Diketahui sebelumnya, pada pekan lalu ekonomi Singapura memasuki resesi karena tumbuh minus 41,2 persen pada kuartal II 2020. Hal tersebut merupakan dampak dari penerapan lockdown selama pandemi Covid-19 yang terus diperpanjang, sehingga menghantam industri manufaktur Negeri Singa yang bergantung pada ekspor itu.    

Editor : Ranto Rajagukguk