Hingga 1 April, Program 35.000 MW yang Beroperasi Komersial 1.584 MW
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hingga 1 April 2018, realisasi program tambahan kapasitas listrik 35.000 mega watt (MW) baru mencapai 40 persen. Dari capaian itu, pembangkit listrik yang benar-benar beroperasi hanya mencapai 1.584 MW.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi menuturkan, progres pembangunanan proyek itu tidak bisa dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja. Pasalnya, hal tersebut harus dilihat dari kemajuan masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan dan perencanaan.
Dia menjabarkan, sebanyak 17.024 MW pembangkit listrik dalam porogram 35.000 MW sedang tahap konstruksi. Sementara proyek yang sudah kontrak, namun belum konstruksi sebesar 12.690 MW. Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak yaitu sebesar 31.298 MW atau 87 persen. Selebihnya tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW.
Selain Program 35.000 MW juga ada program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program reguler. Per 1 April 2018, progres program tersebut yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 MW.
Elektrifikasi Indonesia juga dilakukan dengan program listrik desa. Melalui PT PLN (Persero), pada tahun 2017 lalu program listrik desa telah menjangkau 75.682 desa. Dalam dua tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan tahun 2015 sebanyak 70.391 desa.
Elektrifikasi menjadi salah satu program prioritas nasional, sesuai arahan Presiden agar seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air dapat menikmati listrik. Rasio elektrifikasi Indonesia tahun 2019 ditargetkan lebih dari 99 persen. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program kelistrikan terus dipercepat.
"Sesuai arahan bapak Presiden dan bapak Menteri (ESDM) bahwa target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99 persen lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Tahun 2017 kita berhasil capai 95,35 persen, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75 persen. Kami optimis dan kita kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk