Holding BUMN Geothermal Rampung 2021, Geo Dipa Tunggu Skema Kerja dari Erick Thohir

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 24 Februari 2021 - 15:05:00 WIB
Holding BUMN Geothermal Rampung 2021, Geo Dipa Tunggu Skema Kerja dari Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Manajemen PT Geo Dipa Energi (Persero) selaku badan usaha yang tergabung dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Panas Bumi atau geothermal tengah menunggu hasil kajian dari Kementerian BUMN terkait skema program kerja holding ke depannya. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, memang menargetkan pembentukan Holding geothermal rampung pada 2021. 

"Sebagai BUMN kami tentu masih menunggu kajian oleh kementerian dan entitas terkait. Ini juga nanti terkait dengan skema seperti apa yang akan dipakai," ujar Corporate Communications Geo Dipa Energi Rangga Hilman saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021). 

Pada dasarnya Geo Dipa akan menjalankan skema yang ditetapkan pemerintah. Manajemen berharap, skema yang ditetapkan akan mendorong kebutuhan pengembangan energi terbarukan Indonesia (EBT).

Hal ini terutama untuk mencapai target panas bumi 7.000 MW pada 2030 dan 9.000 MW di 2045 atau tepat saat 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia nanti. "Terutama panas bumi dengan memberikan dampak positif yang optimal bagi masyarakat dan negara," katanya. 

Holding ini merupakan gabungan dari anak usaha PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Keanggotaannya adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Geo Dipa, dan PT PLN Geothermal. Target finalisasi holding pada tahun ini dibenarkan oleh Direktur Mega Proyek PLN M Ikhsan Assaad.

Dia mengaku sudah mendapat arahan dari pemilik saham mayoritas. "Memang arahan Pak Menteri Erick itu, direncanakan pembentukan Holding Geothermal, terdiri dari PLN, kemudian juga Pertamina, kita juga punya anak usaha PLN Geothermal, kemudian kemudian Geo Dipa, rencananya tahun ini selesai," ujar dia saat dihubungi Minggu lalu. Merespons arahan Erick Thohir, manajemen kedua BUMN pun sudah melakukan sejumlah pertemuan. Dalam pembahasan awal, keduanya memaparkan aset dari masing-masing anak usaha.

Editor : Ranto Rajagukguk