Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Purbaya: Bukti Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
Advertisement . Scroll to see content

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini Jadi 5 Persen

Rabu, 16 Oktober 2019 - 10:04:00 WIB
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini Jadi 5 Persen
Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi global pada 2019 hanya tumbuh 3 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan yang dibuat pada April lalu sebesar 3,2 persen.

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan, pertumbuhan ekonomi global terus melambat, bahkan tahun ini merupakan yang terendah sejak krisis finansial sepuluh tahun lalu.

"Ini penurunan yang serius dari pertumbuhan tahun 2017 yang mencapai 3,8 persen, ketika dunia tengah bangkit," kata Gopinath dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2019, Rabu (16/10/2019).

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan banyak negara, termasuk Indonesia. Pada April 2019, IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen, namun kini hanya akan tumbuh 5 persen. Kendati demikian, ekonomi Indonesia akan kembali melaju lebih cepat pada 2020 menjadi 5,1 persen.

Inflasi 2019 juga diprediksi lebih rendah dari perkiraan awal menjadi 3,2 persen dan 3,3 persen pada 2020. Pada April 2019, IMF memprediksi inflasi Indonesia pada 2019 mencapai 3,3 persen dan 3,6 persen pada 2020.

Namun, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) diperkirakan naik, baik 2019 maupun 2020. Pada tahun ini, CAD akan mencapai 2,9 persen dan 2,7 persen terhadap PDB pada 2020.

Di ASEAN, IMF menurunkan proyeksi sejumlah negara seperti Malaysia dari 4,7 persen menjadi 4,5 persen, Thailand dari 3,5 persen jadi 2,9 persen, dan Filipina dari 6,5 persen menjadi 5,7 persen. Ini membuat proyeksi rata-rata pertumbuhan ekonomi ASEAN turun dari 5,1 persen menjadi 4,8 persen.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut