Indef: Pertumbuhan Ekonomi Sulit Mencapai 5,2%
JAKARTA, iNews.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai akhir tahun tidak akan mencapai 5,2%. Dengan laporan pertumbuhan ekonomi kuartalan yang masih di luar harapan, target di 5,2% masih sulit direalisasikan.
"Pertumbuhan utama itu konsumsi dan investasi. Investasi di Kuartal III tahun ini saja masih stagnan, sedangkan daya konsumsi juga menurun," kata Direktur Indef, Enny Sri Hartati kepada iNews.id, Senin (6/11/2017).
Untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, pemerintah harus fokus pada perubahan belanja negara. Ini upaya stimulus untuk menggapai target.
"Kecuali ada perubahan dalam manajemen pemerintahan dalam menangani belanja negara menjadi efektif. Tapi, mengubah itu tidak semudah membalik telapak tangan," ucapnya.
Sekadar informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan kuartal II tahun 2017 hanya sekitar 5,01%. Sementara, Bank Indonesia (BI) memprediksi pada kuartal III tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tembus 5,18%.
Sementara itu, momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan presiden (Pilpres) nantinya memang memberi andil bagi pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan dan 2019. Namun, kontribusinya tidak begitulah besar.
"Harapannya ada di pilkada serentak, itu pun baru terlaksana pertengahan tahun. Pada tahun 2016 saja, pertumbuhannya hanya naik sebanyak 4,9% atau 5,0% ," ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk