Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Pastikan THR ASN Cair Pekan Pertama Ramadan 2026
Advertisement . Scroll to see content

Indikator Perekonomian Membaik, Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 4 Persen

Kamis, 30 Desember 2021 - 14:05:00 WIB
 Indikator Perekonomian Membaik, Menko Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 4 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara penuh di Tahun 2021 berkisar antara 3,7 persen sampai 4 persen. Perekonomian Indonesia diprediksi akan tumbuh di atas 5 persen pada kuartal IV 2021. 

Menurut dia, perkiraan tersebut sejalan dengan berbagai indikator utama perekonomian nasional yang menunjukkan perbaikan. Indikator tersebut, diantaranya tingginya permintaan ekspor komoditas, pencapaian penerimaan pajak, kinerja investasi, dan perkembangan ekosistem digital.

"Selain itu, melandainya kasus positif Covid-19 mendorong mobilitas masyarakat dan berpotensi meningkatkan sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan perdagangan," kata Menko Airlangga, dalam acara Indonesia Business Forum TV One, Selasa (29/12/2021) malam. 

Menurut dia, sektor pertambangan mengalami peningkatan pesat seiring tingginya permintaan ekspor seiring mulai bangkitnya industri di berbagai negara di tahun ini. Hal itu, membuat harga komoditas meningkat.

Terkait pencapaian penerimaan perpajakan, tercatat sampai 26 Desember 2021 jumlah neto penerimaan pajak mencapai Rp1.231,87 triliun atau menembus 100,19 persen dari target yang diamanatkan dalam APBN sebesar Rp1.229,6 triliun. 

“Jadi dari sisi penerimaan aman dan dari segi Indeks Keyakinan Konsumen juga kami berharap akan naik lagi di kuartal IV 2021,” ujar Menko Airlangga.

Kinerja investasi di 2021 juga tergolong sangat baik dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan. Realisasi investasi pada kuartal III 2021 telah mencapai Rp216,7 triliun atau meningkat sebesar 3,7 persen (yoy), yang terdiri atas PMA sebesar Rp103,2 triliun (47,6 persen) dan
PMDN sebesar Rp113,5 triliun (52,4 persen). 

Sepanjang kuartal I-III 2021, realisasi investasi telah mencapai Rp659,4 triliun atau 73,3 persen dari target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp900 triliun.

“Ke depannya, kita harapkan Indonesia Investment Authority bisa bergerak karena Pemerintah sudah memberikan modal Rp30 triliun, sehingga tinggal realisasi proyek-proyek mana yang akan dibiayai. Kita juga mendorong berbagai Proyek Strategis Nasional yang hingga 2024 nilainya bisa mendekati Rp5.000 triliun,” tutur Menko Airlangga.

Dia mengatakan, oertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 ditargetkan dapat mencapai 5,2 persen. Target ini sejalan dengan proyeksi dari sejumlah lembaga internasional seperti IMF (5,9 persen), OECD (5,2 persen), dan
World Bank (5,2 persen). 

“Proyeksi itu akan bisa dicapai dengan catatan kondisi kesehatan stabil,
dan nilai ekspor naiknya besar karena harga komoditas juga sedang tinggi. Tapi momentum ini harus dilihat dalam 6 bulan pertama dulu untuk bisa memutuskan kebijakan selanjutnya,” kata Menko Airlangga.

Pertumbuhan ekonomi di tahun depan tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi yang didukung kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan, kemudian respon kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan ertransformasi.

Menurut dia, jika dari APBN capaiannya maksimal, kemudian dari segi investasi sudah memenuhi target, juga dari konsumen dan sektor industri yang pulih, maka inilah empat engine yang membuat ekonomi kita bergerak. 

"Engine yang juga penting adalah digitalisasi, yang di 2020 valuasinya mencapai 40 miliar dolar AS, di 2021 loncat ke 70 miliar dolar AS, dan di 2025 akan naik lagi ke 130 miliar dolar AS. Transformasi digital harus didorong karena ini dijalankan oleh anak-anak muda kita yang menjadi backbone perekonomian ke depan,” ujar Menko Airlangga.

Di sisi lain, lanjutnya, sejumlah risiko tetap harus diwaspadai agar tidak menganggu momentum pemulihan ekonomi ke depan. Risiko tersebut diantaranya kenaikan harga energi dan inflasi, disrupsi, krisis
Evergrande di Tiongkok, dan normalisasi kebijakan moneter negara maju.

“Tahun 2021 adalah tahun yang berat, tetapi solusinya adalah inovasi dan optimisme. Jadi, bekal untuk 2022 adalah teruslah berinovasi, optimis, jadi kita akan maju. Jangan lupa prokes menjadi kunci, juga lakukan booster vaksin,” tutur Menko Airlangga.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut