Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Cabai Rawit Merah Masih Rp100.000 per Kg, Mendag: Problemnya Cuaca
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Masuki Periode Supercycle, Begini Penjelasan Mendag Lutfi

Rabu, 07 April 2021 - 11:57:00 WIB
Indonesia Masuki Periode Supercycle, Begini Penjelasan Mendag Lutfi
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia akan memasuki periode supercycle dalam perekonomian dunia di tengah pandemi Covid-19. Pada periode ini, harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan.

“Indonesia akan memasuki periode supercycle, di mana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar, yang diakibatkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi,” kata  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/4/2021)

Menurut Mendag, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga. “Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini diharapkan juga akan membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Selain supercycle, ada beberapa hal lain yang juga akan menjadi tren perdagangan Indonesia ke depan. Tren pertama adalah munculnya investasi yang terjadi karena adanya pasar yang besar. 

Hal itu dapat dilihat melalui sektor otomotif, di mana pada sektor tersebut banyak muncul investasi yang disebabkan besarnya pasar otomotif di Indonesia. Tren kedua, komoditas dasar Indonesia memberikan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang baik. 

Dengan memiliki keunggulan tersebut, maka Indonesia mampu menghasilkan barang dan jasa dengan biaya yang sangat bersaing. Hal ini dapat dilihat dari produksi stainless steel Indonesia di mana Indonesia merupakan produsen kedua terbesar di dunia.

Tren ketiga, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi. Salah satu contohnya, komoditas perhiasan yang merupakan komoditas unggulan ekspor nonmigas Indonesia. 

Dengan sumber daya alam dan manusia yang saling mendukung, Indonesia mampu menghasilkan produk perhiasan berdaya saing di pasar dunia.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki tersebut, lanjut Mendag, diharapkan nantinya akan banyak negara yang menjadi mitra khusus Indonesia. Terutama Jepang, Amerika Serikat, dan China. 

“Negara-negara tersebut tak hanya sekedar menjadi mitra dagang, namun juga menjadi sumber investasi perekonomian nasional dengan produk-produk yang menjadi pilar utama ekspor nonmigas Indonesia,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut