Indonesia Resesi, Pemerintah Diminta Perbanyak BLT untuk Genjot Konsumsi

Kunthi Fahmar Sandy ยท Kamis, 05 November 2020 - 14:30:00 WIB
Indonesia Resesi, Pemerintah Diminta Perbanyak BLT untuk Genjot Konsumsi
Pemerintah diminta untuk menggenjot beberapa sektor pengeluaran untuk dapat memperbaiki ekonomi pada triwulan IV. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen. Itu berarti, Indonesia resmi resesi

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda sudah memprediksi Indonesia mengalami resesi pada triwulan III 2020 dengan pertumbuhan minus 3,49%. Meski demikian menurutnya nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemerintah. 

Perlu kerja keras bagi pemerintah untuk menggenjot beberapa sektor pengeluaran untuk dapat memperbaiki ekonomi pada triwulan IV. "Meskipun saya rasa masih akan tumbuh minus pada kuartal IV. Salah satu yang perlu digenjot utamanya adalah konsumsi rumah tangga di mana pemberian bantuan tunai bagi masyarakat terdampak pandemi," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020). 

Bantuan langsung tunai (BLT) bisa lebih berpotensi mendatangkan multiplier effect bagi perekonomian secara luas. Namun demikian menurut dia pertumbuhan ekonomi belum tentu membaik pada awal tahun depan. 

Editor : Ranto Rajagukguk

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: