Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Resesi, Penyebab Utama Konsumsi Rumah Tangga Minus 4,04 Persen

Kamis, 05 November 2020 - 13:37:00 WIB
Indonesia Resesi, Penyebab Utama Konsumsi Rumah Tangga Minus 4,04 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen. Hal ini menandakan Indonesia resmi mengalami resesi pada tahun ini, setelah dua kuartal beruntun ekonominya tumbuh minus.

Pada kuartal II, ekonomi Indonesia diketahui minus 5,32 persen. Kepala BPS Suhariyanto membeberkan biang kerok Indonesia masih mengalami kontraksi ekonomi. Salah satunya konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2020 yang masih minus 4,04 persen. 

Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang lesu di tengah pandemi Covid-19. "Konsumsi rumah tangga, pada kuartal III 2020 secara year on year memang masih terkontraksi 4,04 persen tapi tidak sedalam kuartal II minus 5,52 persen," kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (5/11/2020).

Dia menuturkan, ada banyak indikator yang mencerminkan pengeluaran rumah tangga. Mulai dari penjualan pakaian hingga bahan bakar yang mengalami penurunan.

"Industri tekstil dan pakaian jadi kontraksi 9,32 persen. Tetapi arahnya kontraksinya tidak dalam. Untuk itu, industri pengolahan secara keseluruhan kontraksi 4,31 persen yang tidak sedalam pada kuartal kedua," ujarnya.

Selain penjualan, indikator lain yang mengalami penurunan adalah jumlah penumpang transportasi umum, baik di darat, laut maupun udara. Tingkat hunian kamar hotel yang sepi juga menjadi salah satu indikator.

Serta jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada kuartal III 2020 mencapai 474.620 atau turun 89,18 persen dibanding periode sama pada tahun 2019. 

Sementara itu, indikator yang masih menunjukkan pertumbuhan adalah perumahan dan perlengkapan rumah tangga yang naik 1,82 persen. Konsumsi listrik juga mengalami kenaikan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut